Razia Sepekan, Polisi Tangkap 11 Preman Pondok Gede

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Premanisme di Jakarta Tertinggi

    Premanisme di Jakarta Tertinggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Jakarta Timur meringkus 11 orang yang disangka pelaku premanisme di wilayah Pondok Gede, Jakarta Timur. Seorang di antaranya dihadiahi timah panas karena disebut berusaha melarikan diri saat ditangkap.

    “Sebanyak 10 orang ditangkap beserta sejumlah barang bukti, satu orang kami dor,” ujar Kepala Polsek Makasar, Komisaris Pandji Santoso, Rabu 4 Juli 2018.

    Baca:
    Operasi Buru Begal dan Penjambret, Seluruh Polres Bergerak

    Pandji menjelaskan, penangkapan itu buah razia yang dilakukan sepekan belakangan. Pada saat yang bersamaan Polda Metro Jaya telah mengintruksikan seluruh polres bergerak dalam operasi memburu para pelaku begal dan penjambretan sejak Selasa malam 3 Juli 2018.

    Satu dari sebelas orang yang ditangkap di Makasar, Jakarta Timur, adalah pria yang diinisialkan sebagai JC. Dia ditangkap usai pencurian sebuah telepon genggam di rumah seorang penduduk.

    Baca:
    Begini Polisi Kerahkan 1.000 Personel Buru Begal di Jakarta

    JC yang kepergok melukai penghuni rumah dengan senjatan tajam jenis gunting. Dia lalu kabur bersama seorang temannya yang sudah menunggu di atas sepeda motor.

    Baca juga:
    Pasca Penjambretan Maut, Ini yang Dilakukan Polisi Cempaka Putih 

    Tim buser yang sedang melakukan patroli dan razia di sekitar lokasi langsung melakukan pengejaran. JC dan temannya lalu terjatuh dari sepeda motor saat sedang dikejar. "JC berhasil ditangkap, tapi satu lainnya melarikan diri," ujar Pandji.

    Saat diminta menunjukkan lokasi persembunyian temannya, JC berusaha melarikan diri dan merebut senjata petugas. Oleh karena itu petugas anggota tim razia langsung melepaskan timah panas ke bagian kakinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.