3 Hari Operasi, Polda Metro Jaya Tembak 27 Begal dan Penjambret

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka pelaku begal sepeda mahal di Pondok Indah dihadirkan bersama barang bukti dalam konferensi pers di Polres Jakarta Selatan, Kamis 5 Juli 2018. TEMPO/ Fikri Arigi

    Tersangka pelaku begal sepeda mahal di Pondok Indah dihadirkan bersama barang bukti dalam konferensi pers di Polres Jakarta Selatan, Kamis 5 Juli 2018. TEMPO/ Fikri Arigi

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menggelar operasi khusus untuk memburu begal dan penjambret. Operasi ini untuk menekan angka kejahatan jalanan yang semakin sering terjadi. Dalam tiga hari operasi, dari 73 orang yang ditangkap, 27 diantaranya terpaksa ditembak.

    “Jumlah itu dari hasil operasi tanggal 3-5 Juli,” kata juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono, Jumat, 6 juli 2018. “Dari 27 pelaku yang ditembak, tiga orang tewas saat mau dirawat ke rumah sakit."

    Argo menambahkan, selama operasi digelar, sebanyak 387 orang terjaring. Sebanyak 314 orang dipulangkan setelah mendapat pembinaan. Sisanya diproses sesuai aturan. Polisi menyita barang barang bukti berupa sepeda motor, senjata tajam, dan senjata api rakitan. "Operasi mandiri kewilayahan untuk mencegah kejahatan jalanan ini bakal dilakukan selama satu bulan," ujar Argo.

    Argo menambahkan, operasi perburuan jambret dan begal ini melibatkan 1.000 personel yang tergabung dalam 16 tim. Tiga tim berasal dari Polda Metro, sedangkan 13 tim berasal dari kepolisian resor yang berada di wilayah hukum Polda. "Kami ingin pastikan agar selama Asian Games tidak ada gangguan keamanan dari kejahatan jalanan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.