Jumat, 16 November 2018

Percepat Waktu Tempuh Atlet Asian Games, Polisi Tambah Personel

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berjalan di trotoar Jalan Sudirman, Jakarta, 18 April 2018. Pembangunan trotoar itu ditargetkan selesai sebelum penyelenggaraan Asian Games pada Agustus. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Warga berjalan di trotoar Jalan Sudirman, Jakarta, 18 April 2018. Pembangunan trotoar itu ditargetkan selesai sebelum penyelenggaraan Asian Games pada Agustus. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -  Polisi terus mengevaluasi waktu tempuh rute kendaraan altet Asian Games 2018. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf mengatakan dari hasil evaluasi setelah melakukan uji coba rute kemarin, pihaknya akan menambah jumlah personel di sejumlah titik yang belum lancar pergerakannya.

    "Memang ada sejumlah lokasi yang bakal kami tambah jumlah personelnya untuk Asian Games," kata Yusuf di Polda Metro, Jumat, 6 Juli 2018. Namun, Yusuf belum bersedia mengungkapkan jumlah personel yang akan ditambahan untuk mndukung Asian Games.

    Alasannya, dari wisma Atlet di Kemayoran menuju Glora Bung Karno waktu tempunya kurang dari 30 menit. "Saat kami coba, kalau lewat tol hanya 21 menit 9 detik. Berarti kan bagus, kurang dari 30 menit," kata Yusuf.

    Namun, waktu tempuh sedikit bertambah saat lewat jalan arteri atau alternatif kedua. Saat diuji coba kemarin, 5 Juli 2016, waktu tempuh lewat jalan arteri mencapai 24 menit. "Kalau personel ditambah, mungkin bisa lebih cepat lagi. Tapi keduanya masih di bawah 30 menit."

    Lokasi yang bakal ditambah personel kepolisiam berada di jalan arteri, yakni Jalan Jenderal Sudirman dan M.H. Thamrin. Sebab, jalan arteri merupakan alternatif kedua selain jalan tol. "Jadi, di jalan alternatif kedua yang mungkin kami tambah (jumlah perseonel)," kata Yusuf.

    Lokasi lain yang bakal ditambah personelnya, ujar Yusuf, ada di empat titik.  Namun, dia tidak menyebutkan lokasinya. Meski demikian, kata Yusuf, waktu tempuh pada uji coba pertama rute kendaraan altet Asian Games sudah cukup baik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.