Polisi: Masih Banyak Pengemudi Motor Langgar Jalan Layang Non Tol

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menilang sejumlah pengendara motor yang melintasi Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Casablanca arah Tanah Abang, saat Operasi Patuh Jaya, 2 Mei 2018. Pemotor sudah dihimbau untuk tidak melewati JLNT Casablanca karena berbahaya. Twitter.com

    Polisi menilang sejumlah pengendara motor yang melintasi Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Casablanca arah Tanah Abang, saat Operasi Patuh Jaya, 2 Mei 2018. Pemotor sudah dihimbau untuk tidak melewati JLNT Casablanca karena berbahaya. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf mengatakan masih banyak pengemudi sepeda motor yang mengabaikan larangan melewati jalan layang non tol (JLNT) Casablanca, Jakarta Selatan. "Dari hasil evaluasi kami, memang masih banyak pelanggaran di sana," kata Yusuf di Polda Metro Jaya, Jumat, 6 Juli 2018.

    Menurut Yusuf, sejak 30 Juni sampai hari ini, 6 Juli 2018, tercatat ada 490 pelanggaran yang dilakukan pengendara sepeda motor di sana. Dari pelanggaran sebanyak itu, polisi melakukan penilangan terhadap 336 Surat Izin Mengumudi (SIM) dan 254 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

    Yusuf mengatakan, pelanggaran semakin banyak jika polisi tidak mengawasi akses masuk ke jalan layang non tol tersebut. "Kecenderungan mereka melakukan pelanggaran jika tidak ada petugas," ujar Yusuf.

    Solusi untuk mengurangi pelanggaran di jalan itu, Yusuf menambahkan, hanya dengan pengawasan dan penindakan. "Kami antisipasi dari awal dengan menjaga motor yang mau lewat sana," ucap Yusuf.

    Larangan sepeda motor melintas di ialan layang non tol Casablanca lantaran dianggap berbahaya. Terlebih, jalan layang yang diresmikan pada Desember 2013 itu sejak awal dibangun untuk kendaraan roda empat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.