Sandiaga Uno: Stabilkan Harga, DKI Impor Bawang Putih dari Cina

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memindahkan puluhan ribu kilogram bawang putih dalam operasi pasar di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 31 Mei 2017. Sebanyak 29.500 kg bawang putih yang di import dari Cina akan dijual di jual dalam operasi pasar. TEMPO/Rizki Putra

    Petugas memindahkan puluhan ribu kilogram bawang putih dalam operasi pasar di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 31 Mei 2017. Sebanyak 29.500 kg bawang putih yang di import dari Cina akan dijual di jual dalam operasi pasar. TEMPO/Rizki Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan pihaknya akan mengimpor bawang putih dari Cina untuk menjaga harga agar tetap stabil. 

    "Kami mengambil inisiatif berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk memastikan agar masyarakat terus bisa menikmati harga bawang putih dengan harga terjangkau," kata Sandiaga Uno di Kali Besar, Kota Tua, Jakarta Barat pada Jumat, 6 Juli 2018.

    PT Food Station Tjipinang Jaya sebelumnya telah mendapatkan surat persetujuan impor bawang putih sebanyak 10 ribu ton hingga Desember 2018. Izin impor itu diberi oleh Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) sebanyak 20 ribu ton. Hal itu bertujuan untuk menjaga suplai bawang putih agar harga tidak melonjak.

    Impor tersebut, kata Sandiaga, memenuhi lebih dari 50 persen persediaan bawang putih di DKI Jakarta. Menurut Sandiaga, keputusan impor tersebut untuk menyediakan cadangan bawang putih jika nantinya terjadi kenaikan harga.

    "Begitu ada kenaikan sedikit akan banjirin suplainya pasokannya, sehingga harganya tidak akan memberatkan masyarakat, itu alasannya," kata Sandiaga Uno.

    Menurut Sandiaga Uno, bawang putih impor dari Cina itu mulai tiba pada Juli 2018 sebanyak 10 kontainer atau setara dengan 290 ton. Selanjutnya, bawang putih akan didatangkan secara bertahap.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.