Kata Sandiaga Soal DKI Impor 10.000 Ton Bawang Putih dari Cina

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Operasi pasar bawang putih oleh Kementerian Perdagangan bersama Kementerian Pertanian di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis 1 Juni 2017. TEMPO/Irsyan

    Operasi pasar bawang putih oleh Kementerian Perdagangan bersama Kementerian Pertanian di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis 1 Juni 2017. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui PT Food Station Tjipinang Jaya, mengimpor bawang putih sebanyak 10 ribu ton dari Cina untuk menjaga harga dan pasokan komoditas tersebut hingga akhir tahun (Desember) nanti.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjelaskan, kebijakan impor bawang putih ini tidak bisa dihindari karena lebih dari 50 persen peredaran komoditas tersebut didapat dari luar negeri.

    Harga bawang putih yang sempat melonjak pada beberapa waktu dan suplai yang tersendat menjadi alasan Pemprov DKI mengajukan izin impor dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian.
    Baca: Antisipasi Kenaikan Harga, Sandiaga Uno Impor Bawang Putih Cina

    "Kami mengambil inisiatif (impor) berkoordinasi dengan Kementan untuk memastikan masyarakat bisa menikmati bawang putih dengan harga terjangkau," kata Sandiaga, Jumat, 6 Juli 2018.

    Menurut dia, bawang putih ini akan disimpan lebih dahulu di PT Food Station Tjipinang Jaya hingga dibutuhkan. "Nanti kerja sama dengan PD Pasar Jaya, begitu ada kenaikan sedikit, akan (dikirim) suplai pasokannya sehingga harga tidak akan memberatkan masyarakat," ujarnya.

    Sementara itu, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi membenarkan impor bawang sebanyak 10 ribu ton hingga Desember 2018. Jumlah tersebut hanya sebagian dari izin impor yang diberikan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) mencapai 20 ribu ton.

    "Jadi kita sudah mendapat amanat dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan untuk bantu stabilisasi harga dan pasokan bawang putih di Jakarta. RIPH itu dari Kementan, karena sudah pertengahan tahun, jadi hanya separuhnya," kata Arief kepada Bisnis.
    Baca juga: Mafia Bawang Putih Impor dari Cina Raup Untung Rp 19 T per Tahun

    Arief menyampaikan, PT Food Station Tjipinang Jaya sebelumnya hanya mendapatkan bawang putih impor dari distributor. "Sekarang diberi kepercayaan untuk stabilisasi Jakarta mendapat izin impor sendiri, ini bagus. Kita bisa jaga amanat supaya harga bawang putih tidak naik-turun seperti sebelumnya," ucapnya.

    Seperti diketahui, bawang putih pernah menyentuh harga Rp 66.200 per kilogram pada akhir kuartal pertama 2018. Padahal harga bawang putih yang ditargetkan pemerintah berada di sekitar Rp 25 ribu per kg.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.