Ribuan Orang Menyemut di Perhelatan Festival Jakarnaval

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan orang memadati acara pembukaan Jakarnaval 2018 di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Ahad, 8 Juli 2018. TEMPO/M Yusuf Manurung

    Ribuan orang memadati acara pembukaan Jakarnaval 2018 di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Ahad, 8 Juli 2018. TEMPO/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka Jakarnaval 2018, Ahad, 8 Juli 2018. Ribuan orang datang memadati panggung utama di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, tepat di depan balai kota.

    Gubernur Anies Baswedan mengatakan, festival ini digelar untuk memperingati HUT Jakarta ke-491. Anies mengatakan, tema Jakarnaval kali ini adalah adil, maju dan bahagia. "Sekaligus menyambut Asian Games yang dilaksanakan di Jakarta mulai Agustus mendatang," kata Anies saat memberi sambutan pembukaan.

    Anies dan wakilnya, Sandiaga Uno, membuka Jakarnaval dengan mengendarai Vespa dari halaman balai kota menuju panggung utama. Setelah Anies memberi sambutan, petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta tampil untuk melakukan atraksi menggunakan sepeda motor.

    Baca: Ini Rencana Pengalihan Lalu Lintas Saat Festival Jakarnaval 2018

    Selanjutnya secara bergantian ditampilkan pertunjukan musik, tari tradisional dan modern, serta pencak silat. Setelah bendera start dikibarkan, iring-iringan karnaval bergerak menyusuri rute yang sudah ditentukan.

    Dalam acara itu, ribuan orang memadati panggung utama dan Jalan Medan Merdeka Barat. Salah satunya adalah Dila, 40 tahun, warga Pancoran, Jakarta Selatan. Ia datang bersama istri dan anaknya. "Ini acara meriah banget, ke depan perlu dilanjutkan lagi," kata Dila.

    Imam, 46 tahun, warga Tanjung Priok Jakarta Utara, bahkan memboyong saudaranya dari daerah untuk menyaksikan Jakarnaval. "Saudara saya dari Ambon sekalian saya ajak ke sini," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.