Kamis, 20 September 2018

Kesaksian Korban Selamat dalam Kebakaran Gedung Kemenhub

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadam kebakaran melakukan proses evakuasi korban dan pemadaman api di gedung Kemenhub, Jakarta, Ahad, 8 Juli 2018. Dinas pemadam kebakaran menerjunkan 17 unit mobil pemadam kebakaran dan 100 personel untuk mengatasi kebakaran yang menelan tiga korban jiwa itu. ANTARA/Humas Damkar Jakpus.

    Petugas pemadam kebakaran melakukan proses evakuasi korban dan pemadaman api di gedung Kemenhub, Jakarta, Ahad, 8 Juli 2018. Dinas pemadam kebakaran menerjunkan 17 unit mobil pemadam kebakaran dan 100 personel untuk mengatasi kebakaran yang menelan tiga korban jiwa itu. ANTARA/Humas Damkar Jakpus.

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi terkait kebakaran gedung Kemenhub di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Sebagian besar saksi adalah korban yang bisa menyelamatkan diri dari musibah tersebut.

    "Pemeriksaan untuk meminta keterangan tentang awal kejadian," kata Kepala Kepolisian Jakarta Pusat Komisaris Besar Roma Hutajulu melalui pesan singkat, Ahad, 8 Juli 2018.

    Baca: Gedung Kemenhub Kebakaran, Ini 3 Nama Korban Meninggal

    Tiga dari empat orang yang diperiksa, kata Roma, adalah pekerja yang sedang meyelesaikan renovasi ruangan di lantai 11 gedung tersebut. Mereka adalah Anshori, 46 tahun, Agus Nur Halim (24), dan Nur Afif (31).

    Berdasarkan keterangan Anshori, kata Roma, selain tiga orang itu, ada dua pekerja lagi yang terlibat dalam renovasi. Mereka adalah  Khairul dan Santoso. Dua orang itu ditemukan tewas di tangga darurat lantai 12 saat berusaha menyelamatkan diri.

    Roma melanjutkan, masih menurut Anshori, para pekerja itu berada di gedung Kementrian Perhubungan sejak Sabtu lalu.  Mereka bekerja pada pukul 08.00 hingga 17.00. Karena pekerjaan belum rampung, mereka memutuskan menginap untuk meneruskan pekerjaan esok hari.

    Baca: Gedung Kemenhub Kebakaran, 3 Meninggal karena Menghirup Asap

    Anshori dan empat kawannya terbangun karena mencium bau asap. Seketika itu juga mereka berhamburan ke tangga darurat untuk menyelamatkan diri. Namun, Anshori, Agus dan Afif memilih kembali ke ruangan lantaran asap sudah sangat tebal. "Santoso dan Khairul paling depan tidak sempat kembali," kata Roma.

    Tak lama setelah itu, petugas pemadam datang menyelamatkan Anshori dan teman-temannya. Sedangkan Santoso dan Khairul ditemukan telah meninggal di tangga darurat.

    Saksi lain yang diperiksa adalah office boy bernama Prapto. Menurut keterangannya, saat itu Prapto tidur di lantai 25. Ia terbangun karena asap sudah memenuhi ruangan. Prapto memutuskan untuk naik ke rooftop di lantai 27. Ia bisa diselamatkan oleh petugas pemadam. "Ia merasakan napas sesak, namun masih bisa berkomunikasi untuk memberikan keterangan," kata Roma.

    Seorang pegawai Kementerian Perhubungan bernama Mochammad Ridwan Efendi, 29 tahun, juga tewas dalam musibah ini. Jasadnya ditemukan di lantai 5. Petugas menduga pria itu keracunan asap.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan, api terlihat pertama kali pukul 04.15 di ruang kamera pengintai atau closed circuit television (CCTV) di lantai P1. Kebakaran gedung kemenhub ini bisa diatasi sekitar pukul 05.30 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.