Meski Ada Venue Asian Games, Bekasi Tak Gunakan Ganjil-Genap

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, 27 April 2018. TEMPO/Friski Riana

    Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, 27 April 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Bekasi - Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, bakal digunakan sebagai salah satu venue dalam perhelatan Asian Games 2018. Namun Dinas Perhubungan Kota Bekasi memastikan tak menerapkan sistem ganjil-genap selama perhelatan berlangsung.

    "Rekayasa lalu lintas sudah cukup," kata Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi Deded Kusmayadi, Ahad, 8 Juli 2018.  

    Menurut Deded, atlet Asian Games menginap di Hotel Harris, di kawasan Summarecon, Bekasi, dan Hotel Aston Imperial di Jalan Ahmad Yani. Jarak kedua hotel tersebut dengan Stadion Patriot Candrabhaga hanya dua kilometer. Waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak itu paling lama hanya 20 menit. "Kami menjamin kelancaran arus lalu lintas," kata dia.

    Baca: Uji Coba Mobil Ganjil-Genap untuk Asian Games Hingga Jam 9 Malam

    Deded mengatakan penerapan sistem ganjil-genap di Jakarta selama Asian Games memang perlu dilakukan. Sebab jarak tempuh antara penginapan atlet dan lokasi pertandingan mencapai belasan kilometer. Selain itu, arus lalu lintas di Jakarta sangat padat sehingga perlu ada pembatasan kendaraan.

    Stadion Patriot Candrabhaga rencananya akan digunakan untuk pertandingan sepak bola Asian Games. Panitia belum memberikan jadwal resmi ihwal sejumlah tim yang akan berlaga di stadion berkapasitas 28 ribu penonton itu.

    Deded menambahkan, tim-tim yang akan bertanding di Stadion Patriot nantinya akan mendapat kawalan. Mereka akan melintas di Jalan Ahmad Yani. “Semua putaran U-turn di jalan kami tutup agar rombongan tidak terhambat,” katanya.

    Adapun alternatif terakhir yang akan dilakukan Dinas Perhubungan adalah dengan mensterilkan rute yang akan dilewati rombongan atlet Asian Games. “Semua kendaraan kami stop untuk memberi prioritas kendaraan atlet,” kata Deded.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.