Jumat, 16 November 2018

PPDB Tangsel Berlanjut, Kepala Dinas Jamin Data Pendaftar Aman

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMPN Kota Tangerang Selatan diperpanjang dua hari. Dari semula berakhir pada hari ini Senin 9 juli 2018 menjadi Rabu 11 Juli 2018.

    Baca:
    PPDB Tangsel Kacau, Kepala Sekolah: Nilai USBN Juga Banyak Salah

    Perpanjangan ditetapkan setelah sistem sempat dihentikan sementara sebelum diaktifkan kembali hari ini. Pendaftaran secara online sudah bisa kembali dilakukan dengan data yang sudah ada dijanjikan tak terganggu.   

    “Intinya data para pendaftar pada 4 sampai 7 Juli lalu masih aman dan tidak hilang,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan Taryono saat dihubungi Senin, 9 juli 2018.

    Baca:
    Nilai Sama Siswa Satu Sekolah, PPDB Bogor Memantik Curiga

    Tempo membuktikan aktivasi laman ppdb.dikbudtangsel.com tersebut. Pengumuman perpanjangan waktu untuk PPDB juga tercantum di sana.

    Adapun untuk konfirmasi masalah yang muncul dari pendaftaran 4-7 Juli lalu, Taryono mengundang  para orang tua murid datang ke posko di SMPN 11 Tangerang Selatan. “Datang ke posko di SMPN 11 seperti yang sudah tertera di website untuk memeriksa kelengkapan data yang sudah didaftarkan," katanya.

    Baca:
    Dugaan Kecurangan di PPDB Online Banten, Golden Time Jadi Modus

    Selanjutnya, Taryono menambahkan, pengumuman penerimaan murid di sekolah yang dituju pada 12 Juli 2018 pukul 17.00 WIB. “Dan daftar ulang pada 12 dan 13 Juli 2018.”

    Proses PPDB dirangkai dengan pengisian kursi kosong apabila masih tersedia di sekolah pada 14 Juli 2018. Kemudian anak-anak yang sudah diterima di sekolah yang diinginkan dan memulai tahun ajaran baru per 16 Juli 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.