Bayi Dibuang di Pinggir Tol Bintaro Terbungkus Kaus Asal Bandung

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi

    Ilustrasi bayi

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Jasad bayi berusia sekitar tujuh bulan ditemukan di pinggir Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR), tepatnya dekat Gerbang Tol Bintaro, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Bayi dibuang itu terbungkus kaus basah, menghalangi jalur pesepeda.

    Baca:
    Kebakaran Gedung Kemenhub, Karyawan Direlokasi

    Pada kaus pembungkus itu tertulis “Andika Batik MM Sukarno Hatta LT GF A.5 No.7,Lt GF A.3 No.39 Bandung”. Semuanya dibungkus lagi dengan kantong plastik hitam. Pada bayi masih melekat tali plasenta terurai dari pusar.

    “Ditemukan warga yang melintas dengan sepeda,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Alexander Yurikho, Senin, 9 Juli 2018.

    Baca:
    Tersangka Penjambretan Maut Cempaka Putih Selalu Terbayang Korban

    Penemuan bayi dibuang terjadi hari ini, tapi sebenarnya, Alex menuturkan, satu hari sebelumnya saksi telah melihat kantong plastik yang sama. Ketika menemukannya kembali pada hari kedua, kantong itu dirasa mengganggu jalur dia bersepeda.

    Saat itulah saksi turun dari sepeda lalu hendak memindahkan kantong plastik yang dikira berisi sampah biasa itu. "Kantong kresek tersebut dipindahkan kira-kira satu meter dari lokasi awal, tapi kemudian kakinya itu keluar dari kresek,” ujar Alex.

    Baca:
    Kasus Begal Staf Ahli Jokowi, Penadah dan Isi Laptop Masih Misteri

    Melihat bukan sampah, saksi lalu melapor ke Polsek Ciputat. “Kami akan menelusuri semua kemungkinan yang ada terkait dengan jasad bayi dibuang tersebut,” tutur Alex.

    Saat ini, jasad bayi telah dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati. Adapun polisi memeriksa lokasi penemuan bayi dibuang tersebut. “Kami sedang mencari pelaku yang diduga orang tua korban,” ucap Alex.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.