Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Anggaran Rehab 119 Sekolah di DKI

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menandatangani prasasti pembangunan gedung sekolah di wilayah Kepulauan Seribu pada Rabu, 9 Mei 2018. Ada delapan sekolah yang direnovasi oleh Pemerintah DKI Jakarta di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. FOTO: TEMPO/Dias Prasongko

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menandatangani prasasti pembangunan gedung sekolah di wilayah Kepulauan Seribu pada Rabu, 9 Mei 2018. Ada delapan sekolah yang direnovasi oleh Pemerintah DKI Jakarta di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. FOTO: TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya menyelidiki dugaan korupsi rehabilitasi 119 sekolah di DKI Jakarta. Direktur Krimsus Komisaris Besar Adi Deriyan mengatakan telah meminta anak buahnya untuk terus menyelidiki dugaan korupsi tersebut.

    "Kami akan minta keterangan pihak-pihak terkait yang mengetahui proses rehabilitasi sekolah ini," kata Adi di Polda Metro, Senin, 9 Juli 2018.

    Rencananya, kata Adi, Dirkrimsus bakal mengundang kepala dinas pendidikan DKI Jakarta, penyedia jasa dan konsultan pengawas proyek senilai Rp 191 miliar ini.

    Baca: Rehabilitasi 24 Sekolah di Jakarta Ditunda, Ini Alasannya

    Polisi pun bakal mengundang kepala sekolah untuk menjelaskan rehabilitasi sekolah tersebut.

    "Kami juga akan ambil keterangan dari inspektorat," ujarnya. "Di mana proyek itu dilakukan kami harus klarifikasi."

    Rehabilitasi sekolah tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta tahun 2017, yang dianggarkan Suku Dinas Pendidikan.

    Adi mengatakan semua saksi kasus dugaan korupsi anggaran rehabilitasi sekolah ini bakal dimintai keterangan secara bertahap. "Setiap proses penyelidikannya selesai saya minta agar dibuatkan hasilnya. Indikasinya ada nilai harga yang di-mark up," ujarnya. "Nanti hasilnya saya minta gelar perkara bisa disidik atau tidak."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.