Perluasan Kebijakan Ganjil Genap Turunkan Polusi Udara Jakarta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polusi udara di Jakarta dengan tingkat pencemaran yang berbahaya. Pada tanggal 16 Mei 2018, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan Jakarta berada di posisi pertama dalam indeks kualitas udara terburuk di dunia. Pemerintah juga menerapkan pembatasan lalu lintas dalam upaya memperbaiki kualitas udara.

    Polusi udara di Jakarta dengan tingkat pencemaran yang berbahaya. Pada tanggal 16 Mei 2018, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan Jakarta berada di posisi pertama dalam indeks kualitas udara terburuk di dunia. Pemerintah juga menerapkan pembatasan lalu lintas dalam upaya memperbaiki kualitas udara.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Lingkungan DKI Jakarta Isnawa Adji mengklaim kualitas udara Ibu Kota semakin membaik setelah perluasan ganjil genap sejak 2 Juli 2018. 

    “Secara umum, semua parameter kualitas udara Jakarta masih di bawah baku mutu. Tapi dengan penerapan ganjil genap ini, polutan-polutan yang bersumber dari kendaraan bermotor semakin berkurang,” ujar Isnawa dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, 11 Juli 2018.

    Adapun kadar polutan yang menurun di Jakarta selama perluasan ganjil genap adalah konsentrasi gas CO, NO, dan HC.

    Baca: Libur Saat Asian Games, Sandiaga Uno Tunggu Evaluasi Ganjil Genap

    Klaim Isnawa tersebut didasari hasil monitoring kualitas udara di beberapa stasiun udara di sejumlah titik. Seperti di Stasiun DKI 1 Bundaran Hotel Indonesia, terpantau konsentrasi CO turun 1,7 persen, konsentrasi NO turun 14,7 persen, dan konsentrasi HC turun 1,37 persen.

    Selain itu, di Stasiun DKI 2 Kelapa Gading terpantau terjadi penurunan konsentrasi CO sebesar 1,15 persen, konsentrasi NO turun 7,03 persen, dan NO2 turun 2,01 persen. Sedangkan di Stasiun DKI 4 Lubang Buaya terjadi penurunan konsentrasi CO sebesar 1,12 persen dan NO 7,46 persen.

    Namun parameter kualitas udara PM-10 atau partikel udara debu yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron masih cukup tinggi. Hal ini, kata Isnawa, disebabkan oleh aktivitas pembangunan MRT, LRT, dan penataan trotoar di Jalan Sudirman-Thamrin.

    Baca: Pelanggaran Ganjil Genap Karena Minim Spanduk?

    “Proyek-proyek ini dipastikan selesai atau dihentikan sementara saat Asian Games, sehingga dapat dipastikan tidak akan menjadi masalah,” kata Isnawa.

    Per 2 Juli 2018 hingga 31 Juli 2018, uji coba kebijakan ganjil genap mulai diperlebar ke beberapa wilayah di Jakarta, seperti di Jalan Rasuna Said, M.T. Haryono, D.I. Panjaitan, A. Yani, Benyamin Sueb, Gatot Subroto, dan Metro Pondok Indah.

    Adapun waktu pelaksanaan uji coba ganjil genap pada pukul 06.00-21.00 atau selama 15 jam. Kendaraan berpelat ganjil dapat melintas di jalur tersebut pada tanggal ganjil saja, begitu pula kendaraan berpelat genap.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.