Kamis, 20 September 2018

Anies Copot Orang Pilihan Ahok, Mantan Dirut Jakpro Buka Suara

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • OCA Life Vice President Wei Jizhong (kedua kanan) berbincang dengan President Director Jakpro Satya Heragandhi (kanan), OCA Coordination Committee Member Gen Souhail Khouri (kiri) dan OCA Director of Asian Games Haider Farman (kedua kiri) saat meninjau pembangunan Velodrome Rawamangun di Jakarta, 6 Maret 2017. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    OCA Life Vice President Wei Jizhong (kedua kanan) berbincang dengan President Director Jakpro Satya Heragandhi (kanan), OCA Coordination Committee Member Gen Souhail Khouri (kiri) dan OCA Director of Asian Games Haider Farman (kedua kiri) saat meninjau pembangunan Velodrome Rawamangun di Jakarta, 6 Maret 2017. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencopot Satya Heragandhi, orang pilihan Ahok, dari posisi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo atau Jakpro. Pencopotan Satya dilakukan hanya 40 hari menjelang Asian Games 2018 padahal BUMD itu memegang peranan penting dalam perhelatan tersebut.  

    Anies memberhentikan Satya melalui Badan Pembinaan BUMD (BP-BUMD) DKI Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018. 

    Satya membenarkan adanya rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS LB) yang menggeser posisinya sebagai dirut. 

    Baca: Anies Sebut Alasan di Balik Pemecatan Dirut Jakpro Pilihan Ahok

    "Iya betul, per hari ini. Ada RUPS LB, tadi yang memutuskan Pak Yuri (Yurianto, Kepala BP BUMD DKI)," katanya, Selasa.

    Meski telah dipecat Anies, Satya tetap memegang komitmen melakukan transisi kerja kepada Direktur Utama Jakpro yang baru, Dwi Wahyu Darwoto.

    Saat ini, Jakpro memiliki tiga pekerjaan besar, yaitu menyelesaikan dan mengoperasikan kereta ringan (light rail transit/LRT), arena balap sepeda Velodrome, dan arena berkuda Equestrian untuk Asian Games. Pesta olahraga itu akan berlangsung pada 18 Agustus 2018.

    "Per hari ini sudah dilakukan transisi. Saya memberikan personal commitment membantu proyek LRT berjalan untuk Asian Games," kata Satya.

    Baca: Anies Baswedan Pecat Dirut Jakpro, Siapa Berikutnya ?

    Satya mengaku belum memikirkan opsi karier yang akan dipilih setelah tak menjabat lagi sebagai Dirut Jakpro. Fokusnya saat ini menyelesaikan semua pekerjaan yang sudah ditugaskan Pemerintah Provinsi DKI.

    "Setelah beres semua, baru saya exercising my options. Terima kasih atas dukungannya selama ini," ujar Satya.

    Dalam RUPS LB, Anies menunjuk Dwi Wahyu Daryoto sebagai Direktur Utama PT Jakpro dan Daryanto sebagai Komisaris PT Jakarta Propertindo.

    Keduanya menggantikan posisi Satya Heragandhi untuk posisi direktur utama dan Jimmy Siswanto sebagai Komisaris PT Jakarta Propertindo.

    Baca: Kawasan Kali Besar Berbenah, Dimulai Ahok dan Dibuka Sandiaga Uno

    Satya Heragandhi adalah orang yang dipilih oleh Ahok untuk menjadi orang nomor satu di PT Jakarta Propertindo pada April 2016. Sebelum memimpin BUMD DKI itu, Satya adalah Direktur Utama PT Sanggar Sarana Baja.

    "Iya saya pilih Gandhi. Dia sekarang pegang anak usaha Trakindo, tetapi dulu pernah di PT Kereta Api Indonesia dan GE," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Selasa, 5 April 2016.

    Menurut Ahok pada saat itu, nama Satya memang tak populer. Namun Satya memiliki pengalaman terkait seluk-beluk perkeretaapian sesuai dengan rencana DKI membangun LRT.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.