Minggu, 18 November 2018

Percikan Saklar Picu Ledakan di Grand Wijaya, Ini Kronologinya

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara ledakan di Ruko Grand Wijaya Center, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018. Polisi memastikan ledakan di Ruko Grand Wijaya Center di Jakarta Selatan bukan bom. Ledakan bersumber dari sebuah tabung gas. TEMPO/Subekti

    Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara ledakan di Ruko Grand Wijaya Center, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018. Polisi memastikan ledakan di Ruko Grand Wijaya Center di Jakarta Selatan bukan bom. Ledakan bersumber dari sebuah tabung gas. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi mengungkap dugaan sumber kebocoran gas penyebab ledakan di satu unit rumah toko di kompleks Grand Wijaya Centre, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Juli 2018. Ledakan itu mengakibatkan satu unit mobil rusak, kaca lima gedung di sekitarnya pecah, serta satu orang luka ringan.

    Baca:
    Ledakan di Grand Wijaya, Anies Baseedan: Jangan Sepelekan Urusan Gas

    Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar menuturkan dugaan kebocoran gas berasal dari bagian regulator tabung gas elpiji volume 12 kilogram. Gas terus bocor hingga memenuhi ruko tiga lantai PT Provalindo Nusa, perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi bisnis dan manajemen.

    Kemudian terjadi ledakan yang dipicu percikan setrum dari saklar listrik. “Itu yang diduga memicu ledakan besar,” tutur Indra ketika ditemui di lokasi, Kamis, 12 Juli 2018.

    Menurut keterangan saksi-saksi, ledakan terjadi pukul 04.20, seusai siaran langsung pertandingan semifinal sepak bola Piala Dunia 2018 di televisi. Getarannya terasa hingga radius lebih-kurang 30 meter. Adapun ruko berjarak sekitar 100 meter dari kantor Polres Metro Jakarta Selatan.

    Baca juga:
    Ini Pertanyaan Sandiaga Uno Kalau Ahok Bebas Nanti
    Jika Ahok Bebas Agustus 2018, Lulung Akan Sampaikan Pesan Ini

    Kamis siang, petugas kepolisian dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) melakukan pemeriksaan di lokasi ledakan. “Sementara ini memang harus steril dulu untuk analisis Puslabfor,” kata Indra.

    Saat kejadian, ada tiga orang di lokasi. Satu di antaranya terluka ringan karena ledakan itu, yakni seorang pedagang kaki lima yang terluka di bagian kaki karena terkena pecahan kaca.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.