Minggu, 23 September 2018

Sandiaga Paksa Gedung Sedia Lahan PKL demi Asian Games, Luasnya?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Sunan Ngampel, Jakarta Selatan, tengah menjadi sorotan karena Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menginginkan pemilik dan manajemen gedung di kawasan tersebut bersedia menampung mereka.  MARIA FRANSISCA

    Pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Sunan Ngampel, Jakarta Selatan, tengah menjadi sorotan karena Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menginginkan pemilik dan manajemen gedung di kawasan tersebut bersedia menampung mereka. MARIA FRANSISCA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta pemilik gedung di kawasan Jalan MH Thamrin dan Sudirman menyediakan lahan bagi pedagang kaki lima (PKL) selama Asian Games 2018.

    Hal itu bertujuan tetap menghidupkan bisnis PKL yang ditertibkan menjelang turnamen internasional tersebut.

    Baca: Sandiaga Uno Sebut Pejabat Berikutnya yang Bakal Dicopot Anies Baswedan

    "Gedung-gedung tersebut memiliki kewajiban menyediakan 20 persen untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Jadi kami ingin memberi mereka khusus saat Asian Games 2018 ini tempat berusaha," kata Sandiaga di gedung Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 12 Juli 2018.

    Aturan tentang kewajiban penyediaan lahan untuk PKL tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2002 tentang Perpasaran Swasta. Dalam Perda tersebut, setiap usaha perpasaran swasta diwajibkan menyediakan ruang bagi usaha kecil dan PKL.

    Aturan tersebut berlaku adil untuk usaha perpasaran swasta, seperti swalayan atau pusat pertokoan dengan luas bangunan 200-500 meter persegi atau lebih. Penyediaan ruang untuk berjualan itu juga tidak dapat dikonversi ke dalam bentuk lain.

    Menurut Sandiaga, banyak gedung usaha di DKI Jakarta yang belum mematuhi Perda tersebut. "Banyak gedung yang belum memenuhi. Saya datang sendiri ke beberapa tempat, tidak ada pemenuhan 20 persen," ucapnya. Meski begitu, Sandiaga belum mengungkapkan berapa banyak gedung yang belum menyediakan lahan untuk PKL tersebut.

    Sandiaga meminta para pemilik gedung segera memenuhi Perda Nomor 2 Tahun 2002 tersebut, terutama menjelang Asian Games 2018. Sebab, Pemerintah Provinsi DKI juga tengah menggencarkan penertiban PKL di pinggir jalan, terutama di sekitar venue pertandingan. "Bantulah pemerintah karena mau Asian Games, diakomodir," kata Sandiaga.

    Sandiaga berharap penertiban PKL oleh pihaknya tidak mematikan usaha mereka. Karena itu, dia meminta para pemilik gedung menyediakan lahan bagi para PKL. Jika tidak, Sandiaga memastikan pihaknya akan menindak tegas pemilik gedung yang tidak mematuhi Perda tersebut.

    Simak: Sandiaga Uno Lapor Soal Demam Asian Games ke Puan Maharani

    "Kalau pertumbuhan usaha enggak diakomodir sama gedung-gedung yang mestinya menyediakan, ya pemerintah harus mengambil langkah-langkah yang lebih tegas memastikan gedung ini menyediakan tempat bagi para UMKM," ucap Sandiaga.

    Selama Asian Games 2018, Sandiaga berencana merelokasi PKL ke gedung-gedung di sepanjang jalan yang dilewati atlet dan volunteer. Menempati gedung, kata Sandiaga, PKL akan dikenakan biaya.

    Salah satu sasaran relokasi adalah pedagang sate Taican di kawasan Senayan. Sandiaga mengatakan rencana itu akan segera disampaikan dan dibahas bersama Satpol PP, camat, dan wali kota. "Jadi semuanya harus rela berkorban untuk memastikan kesuksesan Asian Games ini," kata Sandiaga Uno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.