Begal Marak, Kata Polisi Tangerang Soal Sistem Kejar Tutup Kota

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Razia pengendara motor/antisipasi begal. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Ilustrasi Razia pengendara motor/antisipasi begal. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Tangerang -Aparat Kepolisian Resor Kota  Tangerang menutup ruang gerak para begal dengan cara sistem kejar tutup kota. Model pengejaran itu dipandang efektif untuk menangkap para penjahat jalanan itu.

    Model kejar tutup kota itu menurut Kepala Polres Kota Tangerang Komisaris Besar M. Sabilul Alif bukan satu-satunya cara untuk mengungkap kasus kejahatan yang dilakukan komplotan begal di wilayah hukum Kabupaten Tangerang.

    Sabilul Alif menyebutkan penempatan personil  di beberapa titik rawan dan patroli mobiling dengan bekerja sama dengan aparat TNI juga disiapkan Polres Kota Tangerang melalui satuan tugas anti begal dan premanisme.

    Baca : Polisi Tangerang Tembak Bos Penjambretan, Ini Daftar Aksinya

    "Jadi sistem kejar tutup kota ini, ada kejadian di sini petugas kami mengejar dan bekerja sama dengan polisi di Polres perbatasan Serang dan Kota Tangerang dengan mengunci tersangka sehingga tidak kabur dari kota pelarian,"kata Sabilul, Jumat, 13 Juli 2018.

    Sabilul memastikan pengungkapan model itu pernah dilakukan dengan tindakan tegas berupa tembak tersangka di tempat.

    Maraknya aksi pembegalan belakang ini membuat Polresta Tangerang selain membentuk satgas anti begal dan premanisme juga menggandeng ojek online sebagai  penyampai informasi dan sosialisasi.

    Sabilul juga mengimbau kepada masyarakat luas agar lebih waspada dan hati-hati apalagi bepergian malam hari.

    "Hindari tempat gelap dan sepi, kalau wanita dan remaja upayakan ada pendampingan laki-laki jika keluar malam. Intinya lebih waspada karena aksi kejahatan tidak kenal waktu,"kata  Sabilul.

    Termasuk tips agar menempatkan tas di posisi tengah saat membonceng sepeda motor, meletakkan di bawah jok atau boks sepeda motor.

    Simak pula: Kabar Begal Akan Balas Dendam, Polisi: Jangan Percaya

    "Masyarakat juga jangan terlalu menyolok memakai perhiasan, karena akan menjadi obyek kriminal,"kata Sabilul.

    Polresta Tangerang sebelumnya membentuk satuan tugas   anti begal dan premanisme. Terlebih di wilayah hukum Polresta Tangerang terdapat satu venue yakni yang akan menghelat Asian Games bulan depan.

    Unit khusus itu dibentuk untuk mengantisipasi dan memburu pelaku kejahatan jalanan (street crimes) termasuk pelaku begal. Dalam tugasnya, Satgas anti begal dan premanisme diperintahkan untuk mengambil tindakan tegas. "Kami perintahkan  Satgas anti begal dan premanisme  menembak mati begal demi keamanan dan kenyamanan warga,"kata Sabilul.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.