Digugat Malpraktik, Dokter Beri Kesaksian Mengejutkan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi dokter bedah. bet.com

    Ilustrasi dokter bedah. bet.com

    JAKARTA - Dokter Rumah Sakit Grha Kedoya, Hardi Susanto, mengungkap kesaksian berbeda tentang perilaku awal pasiennya yang belakangan menggugatnya Rp 3 miliar karena tuduhan malpraktik. Sang pasien adalah Selfy, 28 tahun, yang menggugat ganti rugi karena kehilangan indung telur dalam operasi kista 2015 silam.

    “Sebelum dan sesudah tindakan operasi saya telah memberikan penjelasan detil kepada pasien (Selfy), dengan saksi perawat yang mendampingi kami, tentang risiko dan konsekuensi bila ternyata ditemukan suatu keganasan pada kista tersebut," tutur Hardi dalam hak jawab yang dikirimnya untuk Tempo, Jumat 13 Juli 2018.

    Baca:
    Digugat Malpraktik Angkat Indung Telur, Ini Jawaban Sang Dokter

    Hardi menerangkan menemukan kista yang menjangkiti Selfy tergolong ganas atau kanker ovarium stadium 3C. Sel kanker disebutnya telah menjalar dan ditemukan anak sebar cairan perut hingga omentum Selfy.

    Temuan saat proses operasi itu, kata Hardi, telah dibuktikan dengan hasil resmi pemeriksaan Laboratorium Patologi Anatomi (PA) yang dilakukan Selfy baik di Indonesia maupun Singapura. Ia juga menyarankan kemoterapi dan dituruti Selfy hingga bisa sembuh dan pulih kembali pasca operasi.

    Selama proses itu, menurut Hardi, komunikasi dirinya dengan Selfy berjalan baik. Pasca operasi,  Selfy diklaimnya juga banyak menunjukkan rasa terima kasih.

    Baca:
    Dugaan Malpraktik di RS Grha Kedoya, Hotman Paris Sebut 2 Kesalahan

    Namun, selang setahun kemudian Selfy melakukan somasi. Selfy menggugatnya memberi ganti rugi sebesar Rp 3 miliar akibat pengangkatan indung telur tersebut. “Saya telah melakukan mediasi melalui pengacara dan seorang mediator,” tutur dia.

    Rupanya mediasi tak berhasil karena Selasa, 10 Juli 2018 kemarin, Selfy datang ditemani pengacara Hotman Paris Hutapea ke Rumah Sakit Grha Kedoya. Mereka mengungkap rencana menggugat tim dokter dan rumah sakit secara perdata dengan alasan pengangkatan indung telur Selfy dilakukan tanpa ada persetujuan terlebih dahulu.

    Baca:
    Digugat Karena Malpraktik, Ini Komentar Rumah Sakit Grha Kedoya
    Menurut versi Selfy, dia baru diberi tahu kalau dua indung telurnya telah diangkat dan ia tidak bisa memiliki keturunan saat hendak check out dari rumah sakit, usai tindak operasi. Saat itu Selfy mengatakan dirinya dipanggil ke ruangan Hadi.  

    "Waktu saya operasi anda, saya dilema karena seperti ada kanker. Jadi saya ambil kedua indung telur anda. Kamu tidak bisa punya anak dan tidak bisa muay thai lagi karena fisiknya keras. Paling hanya bisa yoga," ujar Selfy menirukan perkataan Hadi saat itu, 24 April 2015. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.