Polsek Tambora Sebar Foto Dua DPO Pengedar Narkoba

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penjahat narkoba. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi penjahat narkoba. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta –Kepolisian Sektor Tambora menyebar dua foto pengedar narkoba yang masuk daftar pencarian orang atau DPO polisi. Kepala Polsek Tambora Komisaris Iverson Manosoh mengatakan kedua pelaku ikut terlibat dalam sindikat narkoba dan tawuran di Jalan Latumenten, beberapa hari lalu.

    "Kelompok mereka yang membuat tawuran sebagai pengalihan untuk mengedarkan narkoba," kata Iverson melalui keterangan tertulisnya, Ahad, 15 Juli 2018. Penyebaran sketsa kedua pelaku telah dilakukan sejak Sabtu kemarin.

    Baca juga: Anies Baswedan Rahasiakan Penyebab Perombakan Eselon II di DKI

    Belakangan diketahui, tawuran yang terjadi di depan Mall Season City Jalan Latumenten Tambora Jakarta Barat beberapa hari lalu itu, merupakan cara sindikat narkoba mengalihkan perhatian polisi.

    Mereka menciptakan tawuran yang melibatkan pemuda Jembatan Besi dengan pemuda Semeru untuk mengedarkan narkoba di kawasan itu.

    Ia menuturkan foto DPO disebar di setiap gang di kawasan Tambora. Polisi juga memberikan identitas dan ciri-ciri pelaku dalam salinan foto DPO yang telah disebar.

    Simak juga: Proyek 6 Tol Jakarta, Anies: Tanya ke Pusat Kenapa Diambil Alih

    Iverson berharap masyarakat yang mengetahui keberadaan tersangka segera melaporkannya kepada polisi. Beberapa waktu lalu, kata dia, sindikat mereka terungkap menyimpan 4 kg sabu dan ribuan pil ekstasi. "Mereka menyimpannya di kontrakan di Jembatan Besi Tambora."

    Polisi pun telah menetapkan satu tersangka yang menjadi sindikat peredaran narkoba dari jaringan ini. Tersangka tersebut berinisial BL. "Yang kasus tawuran kami buru beberapa pelakunya juga."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.