Kata Anies, Nonton Bola Prancis Vs Kroasia Bisa Buat Pelajaran

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengunjungi SDN Kampung Melayu 01/02 di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Senin, 16 Juli 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengunjungi SDN Kampung Melayu 01/02 di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Senin, 16 Juli 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengaku sangat menikmati nonton bola final Piala Dunia 2018, Minggu malam 15 Juli 2018. Pertandingan final itu menyuguhkan Prancis vs Kroasia yang berujung skor 4-2 untuk kemenangan Prancis.

    Baca:
    Final Piala Dunia, Alasan Anies Baswedan Nonton Bola di Rumah

    Anies Baswedan pernah berharap Kroasia yang menang.  Namun diakuinya, pertandingan antara kedua negara berjalan sangat seru. Anies Baswedan memuji Prancis yang lebih cerdik mengambil peluang. Sedangkan Kroasia, dia mengatakan, “Harus lebih memperhitungkan strategi ke depannya.”

    Anies Baswedan mengutarakan analisisnya itu ketika mengunjungi SDN Kampung Melayu 01/02, Jakarta Timur, Senin, 16 Juli 2018. Seperti halnya ketika memilih Kroasia sebelum pertandingan final Piala Dunia digelar, menurut Anies Baswedan, skor sesudah pertandingan Prancis vs Kroasia malam itu pun juga bisa menjadi pelajaran untuk masyarakat.

    “Di antaranya mengenai kerja sama tim yang kuat, keseriusan, kerja keras, dan ketenangan,” kata dia sambil menambahkan, “Saya siap dukung yang menang.”

    Baca juga:
    Wow, Kapten Geng Penjambretan Tenda Oranye Punya 4 Counter HP
    Tembus, Begini Peluru Polisi Habisi Nyawa Para Begal

    Saat Piala Dunia 2018 baru bergulir, Anies Baswedan menjagokan Arab Saudi dengan pemain bintangnya, M Salah. Namun sayangnya Arab Saudi dan M Salah termasuk yang pertama angkat koper dari Rusia.

    Sebelum pertandingan final Prancis vs Kroasia, Anies Baswedan berpihak kepada Kroasia. Alasannya politis. “Kalau untuk pesan perubahan, saya memilih Kroasia,” katanya, Kamis 12 Juli 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.