OK OTrip Gagal Penuhi Target 15 Juli, Ini Jawaban Sandiaga Uno

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angkot yang sudah terintegrasi dengan program OK-Otrip menunggu penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, 16 Januari 2018. Program itu diluncurkan untuk menurunkan biaya transportasi bagi warga DKI dengan konsep satu karcis untuk satu perjalanan. TEMPO/Subekti.

    Angkot yang sudah terintegrasi dengan program OK-Otrip menunggu penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, 16 Januari 2018. Program itu diluncurkan untuk menurunkan biaya transportasi bagi warga DKI dengan konsep satu karcis untuk satu perjalanan. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan uji coba program One Karcis One Trip (OK OTrip) telah berakhir pada 15 Juli 2018. Namun uji coba itu tidak memenuhi target yang ditentukan. "Karena itu, rencananya diperpanjang,” ujar Sandiaga di Balai Kota, Senin, 16 Juli 2018.

    Hingga saat ini baru dua operator yang bergabung dalam program OK OTrip sejak Januari 2018 dan hanya bisa menjangkau enam rute. Padahal rute yang direncanakan sekitar 30. Selain itu, jumlah kendaraan yang terlibat dalam program ini hanya 100 unit sedangkan targetnya 2.600 unit.

    Baca: Beginilah Keluhan Penumpang di Uji Coba OK-Otrip Sandiaga Uno

    Operator dan PT Transjakarta juga belum sepakat dengan hitungan tarif. Awalnya, PT Transjakarta menetapkan tarif pembayaran OK-Otrip sebesar Rp 3.459 per kilometer dengan target 190 kilometer per hari. Kebijakan itu hanya mampu menggaet dua koperasi untuk bergabung, yakni Koperasi Wahana Kalpika (KWK) dan Budi Luhur.

    Setelah melalui beberapa pembahasan, PT Transjakarta menaikkan pembayaran menjadi Rp 3.739 per kilometer dengan target 175 kilometer sehari. Namun, tarif baru itu juga belum mampu menarik operator lain untuk bergabung.

    Baca: Sandiaga Uno Iming-Imingi KTP DKI Bagi Sopir yang Gabung OK-OTrip

    Menurut Sandiaga, Badan Pelayanan Pengadaan Barang Jasa (BPBJ) masih menghitung tarif yang masuk akal agar bisa diterima operator. “Angka OK OTrip rupiah per kilometer yang dihitung BPBJ berdasarkan masukan dari operator," ujar Sandiaga.

    Atas dasar itu, kata Sandiaga Uno, uji coba program ini akan diperpanjang sampai akhir Juli atau pertengahan Agustus 2018. Untuk kepastiannya, ia berencana mengumumkan perpanjangan uji coba OK OTrip pada pekan depan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.