Alasan Sandiaga Uno Jamin OK-OCE Tak Bakal Masuk Birokrasi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno minta dipijat pada saat memberikan sambutan di peluncuran Oke Oce Smart di Taman Kota Intan, Jakarta Barat, pada Ahad, 31 Desember 2017. FOTO: TEMPO/M. Julnis Firmansyah

    Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno minta dipijat pada saat memberikan sambutan di peluncuran Oke Oce Smart di Taman Kota Intan, Jakarta Barat, pada Ahad, 31 Desember 2017. FOTO: TEMPO/M. Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno tidak akan memasukkan Persatuan Gerakan One Kecamatan One Center for Enterpreneurship (PG OK-OCE) dalam pemerintahan. Menurut dia, pesatnya pertumbuhan OK-OCE selama ini karena tidak menggunakan pendekatan birokrasi.

    "Saya enggak mau nanti begitu dibawa ke Pemprov malah justru kinerjanya (OK-OCE) akan lambat," kata Sandiaga di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 16 Juli 2018.

    Baca : Resmikan Toko Daging, Sandiaga Uno: Ini Wujud OK-OCE

    Sandiaga menuturkan, hubungan PG OK-OCE dan Pemprov DKI hanya bersifat kolaborasi. Untuk itu dia menegaskan tidak akan memasukkan PG OK-OCE kedalam Satuan Kerja Perangkat Daerah atau SKPD.

    Mengenai payung hukum, Sandiaga berujar akan memfasilitasinya melalui perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemprov DKI dengan PG OK-OCE. Perjanjian itu, lanjut Sandiaga, sedang dalam tahap finalisasi.

    "Jumat kemarin pak Sekda sampaikan siap tanda tangan tinggal tanggal kapan eksekusinya," kata Sandiaga.

    Program OK-OCE merupakan salah satu andalan dalam kampanye Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada DKI 2017 lalu. Sandiaga mengatakan, target 40 ribu peserta saat ini sudah tercapai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.