Polisi Gadungan Jalan Casablanca Dibekuk, Ini Asal Atribut Pelaku

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Polisi gadungan. Dok.Tempo/Marifka Wahyu Hidayat

    Ilustrasi Polisi gadungan. Dok.Tempo/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menangkap polisi gadungan, yang diduga sedang melakukan pungutan liar di jalan layang non-tol Casablanca, Jakarta Selatan. Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf membenarkan pihaknya telah menangkap polisi gadungan pada Minggu, 15 Juli 2018.

    Menurut Yusuf, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Yusuf memerintahkan polisi lalu lintas (polantas) membawa sang polisi gadungan ke Polda Metro Jaya.

    "Ada laporan menangkap polisi gadungan, terus langsung saya suruh serahkan ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polda Metro Jaya," kata Yusuf saat dihubungi Tempo, Senin, 16 Juli 2018.

    Baca: Polisi Gadungan di Jalan Casablanca Kumpulkan Pungli Rp 420 Ribu

    Penangkapan polisi gadungan terekam dalam sebuah video yang diunggah di akun Twitter @TMCPoldaMetro pada Minggu, 15 Juli 2018, pukul 16.55. Berbagai komentar warganet muncul dan meminta polisi mengusut pelaku tersebut.

    Video itu memperlihatkan dua polantas menghampiri seorang lelaki bertubuh gempal. Polisi gadungan ini mengenakan atribut polantas, seperti rompi dan topi.

    Polantas kemudian meminta kartu tanda anggota (KTA) kepolisian. Polisi gadungan itu menunjukkan KTA yang diklaim milik ayahnya. Polisi gadungan tersebut dikabarkan bernama Joseph Anugerah, 20 tahun.

    Dalam video yang diunggah di akun Twitter @TMCPoldaMetro, Joseph tampak mengenakan sejumlah atribut polantas, seperti rompi dan topi. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan Joseph membeli tiga atribut polisi itu di Pasar Senen, Jakarta Pusat, secara bertahap.

    Simak juga: Kata Anies Saat Lepas Jenazah Petugas Damkar Gugur dalam Tugas

    "Atribut polisi dibeli di Pasar Senen," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin.

    Menurut Argo, Joseph mengenakan topi lalu lintas yang dibeli di Pasar Senen pada Rabu, 13 Juli 2018. Tahun kemarin, Joseph membeli rompi hijau polantas di lokasi yang sama. Begitu juga dengan atribut pangkat brigadir Polri.

    Selain itu, Argo melanjutkan, sang polisi gadungan membeli sepatu tunggang alias pakaian dinas lapangan lalu lintas di Bandung. Polisi juga menemukan handy talky (HT) merek Motorola. "HT merek Motorola didapat dari teman ibunya, yang bekerja di PT Freeport," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.