Petugas Pemadam Kebakaran Meninggal Sempat Minta Diantar ke RS

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memimpin upacara pelepasan jenazah Kepala Pleton Sektor III Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara, Haerudin, 51 tahun, di Asrama Pemadam Kebakaran, Semper, Jakarta Utara, pada Senin, 16 Juni 2018. Tempo/Adam Prireza

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memimpin upacara pelepasan jenazah Kepala Pleton Sektor III Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara, Haerudin, 51 tahun, di Asrama Pemadam Kebakaran, Semper, Jakarta Utara, pada Senin, 16 Juni 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta Utara, Satriyadi, mengatakan sebelum meninggal, Kepala Pleton III Haerudin, sempat merasa sesak nafas saat memadamkan kebarakan di daerah Sunter Agung, Jakarta Utara, dini hari tadi.

    "Saat tiba di TKP (tempat kejadian perkara) sekitar pukul 04.30 WIB, beliau sempat bilang merasakan sesak nafas," kata Satriyadi saat ditemui di Perumahan Asrama Pemadam Kebakaran, Semper, Jakarta Utara, Senin, 16 Juli 2018.

    Baca juga: Begini Jejak 7 Begal yang Ditembak Mati Polisi

    Menurut Satriyadi, Haerudin berinisiatif berjalan menjauh dari tempat kebakaran untuk mendatangi mobil ambulans. Ia pun meminta diantarkan ke rumah sakit akibat rasa sesak tersebut.

    "Saat diperjalanan ke RSUD Koja, beliau masih bisa berkomunikasi dengan baik. Memang sempat diberikan oksigen," kata Satriyadi. Namun, setibanya di rumah sakit, Haerudin dinyatakan meninggal pada pukul 06.10 WIB dengan dugaan serangan jantung.

    Haerudin meninggal saat bertugas memadamkan kebakaran yang diduga akibat meledaknya tabung gas elpiji warung makanan di daerah Sunter Agung saat ditinggal pemiliknya ke pasar. Api kemudian merembet ke toko material yang berada tepat di belakang warung tersebut.

    Saat bertugas, Satriyadi memastikan Haerudin telah mengenakan alat pelindung diri (APD) sesuai dengan prosedur. "Sesuai dengan prosedur tetap. Hanya memang kami tidak tahu kondisi fisiknya seperti apa," tutur Satriyadi.

    Jenazah Haerudin diantar menuju Tasikmalaya, untuk dimakamkan di kampung halamannya. Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno, melepas jenazah Herudin di Asrama Pemdam Kebakaran di Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.