Penjualan Saham Perusahaan Bir, Ketua DPRD: Peredaran Dikontrol

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bir. theregister.co.uk

    Ilustrasi Bir. theregister.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menegaskan kembali akan menolak rencana penjualan saham perusahaan bir PT Delta Djakarta.

    Pemerintah Provinsi DKI dinilai tak memiliki dasar yang kuat untuk melepas sahamnya di perusahaan bir di PT Delta Djakarta.

    Baca : Anies; Pelepasan Saham Perusahaan Bir Bagai Proklamasi Kemerdekaan

    Dari sisi bisnis, PT Delta Djakarta dinilai Prasetio tak pernah merugikan Pemprov DKI, justru berkontribusi terhadap kas daerah dengan dividen sekitar Rp 40 miliar per tahunnya.

    "Delta enggak ada salahnya loh," kata Prasetio di ruang Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP, Senin, 16 Juli 2018.

    Prasetio melanjutkan, pelepasan saham juga tidak menutup peredaran bir di ibu kota. Jika alasannya demikian, Prasetio menyarankan PT Delta Djakarta ditutup sekalian.

    Simak : Di PN Jakarta Selatan, Ahmad Dhani Sebut 4 Nama Cawapres Prabowo

    Kepemilikan saham, menurut Prasetio, justru dapat membantu Pemprov DKI mengawasi peredaran bir. "Sebagai pemerintah daerah, itu kan juga bagian kontrol kita sampai sejauh mana bir beredar."

    Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno kekeh akan menjual perusahaan bir dengan merek dagang Anker, Carlsberg, Kuda Putih, dan San Miguel itu. Menurut perhitungan Sandiaga Uno, Pemprov DKI akan jauh lebih untung menjual saham perusahaan dibandingkan mempertahankannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.