Gaya Polisi Gadungan Saat Meminta Push up Pelanggar Lalu Lintas

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengguna jalan sempat mengabadikan bagaimana polisi gadungan di Jalan Casablanca menghukum korbannya push up. twitter/@TMCPoldaMetro

    Seorang pengguna jalan sempat mengabadikan bagaimana polisi gadungan di Jalan Casablanca menghukum korbannya push up. twitter/@TMCPoldaMetro

    TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka polisi gadungan, Joseph Anugerah, mengaku memerintahkan pengendara motor yang melintasi Jalan Layang Non-Tol Casablanca, Jakarta Selatan, push up. Ini salah satu cara pria 20 tahun tersebut memerankan sebagai polisi lalu lintas, yang memanfaatkan aturan jalan layang hanya boleh dilalui kendaraan roda empat.

    Baca: Polisi Gadungan di Casablanca Kantongi Rp 520 Ribu dari Pungli

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Joseph berpura-pura menjadi polisi lalu lintas. "Pengakuan Joseph benar pernah menyuruh push up terhadap pelanggar lalu lintas, yaitu seorang pengendara sepeda motor yang naik jembatan Casablanca pada Kamis, 12 Juli 2018 sekitar jam 17.00 WIB," kata Argo saat dikonfirmasi, Senin, 16 Juli 2018.

    Polantas menangkap Joseph di Jalan Layang Casablanca pada Minggu, 15 Juli 2018. Dua polantas menghampiri laki-laki bertubuh gempal itu karena melihat sedang meminta uang kepada pengendara.

    Joseph mengenakan atribut polantas, seperti topi, tanda pangkat brigadir, handy talky (HT), dan sepatu tunggang alias PDL lantas. Peristiwa penangkapan Joseph terekam dalam video yang diunggah di akun Twitter @TMCPoldaMetro.

    Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf lantas memerintahkan anggotanya melaporkan Joseph ke SPKT Polda Metro. Setelah menerima laporan, polisi menetapkan Joseph tersangka dugaan penipuan.

    Baca: Berbagai Atribut Polisi Gadungan di Casablanca, Ada Tanda Pangkat Brigadir

    Dia dijerat Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana penjara maksimal empat tahun. Kasus Joseph terdaftar dalam laporan polisi LP/3697/VII/2018/PMJ/Dit. Krimum tanggal 15 Juli 2018.

    Joseph diketahui tiga kali menggelar razia di Jalan Layang Casablanca pada pukul 17.00-18.00 WIB. Selama tiga hari, dia mengantongi hasil pungli Rp 520 ribu.

    Argo menjelaskan, Joseph berambisi menjadi polisi dan sedang mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari. Modal menjadi polisi gadungan, Joseph membeli atribut polantas di Pasar Senen, Jakarta Pusat dan Bandung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?