Minggu, 21 Oktober 2018

Saksi Ahli di Sidang Ujaran Kebencian, Kenapa Ahmad Dhani Kecewa?

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: musikus Ahmad Dhani; Sang Alang, pencipta lagu #2019GantiPresiden; dan Fadli Zon dalam konferensi pers Kontes Menyanyi #2019GantiPresiden di Jakarta, Jumat, 29 Juni 2018. Kontes ini menawarkan total hadiah lebih dari Rp 150 juta.  TEMPO/Nurdiansah

    Dari kiri: musikus Ahmad Dhani; Sang Alang, pencipta lagu #2019GantiPresiden; dan Fadli Zon dalam konferensi pers Kontes Menyanyi #2019GantiPresiden di Jakarta, Jumat, 29 Juni 2018. Kontes ini menawarkan total hadiah lebih dari Rp 150 juta. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Artis yang belakangan terjun ke politik, Ahmad Dhani, bereaksi terhadap kesaksian ahli bahasa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Ahli dihadirkan jaksa penuntut umum dalam lanjutan persidangan perkara ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 16 Juli 2018.

    Baca:
    Ujaran Kebencian Ahmad Dhani, Ahli:Cuitan Jelas untuk Ahok

    Ahmad Dhani menilai keterangan ahli bahasa tersebut, Suryontoro, telah memberatkannya. Ia bersama kuasa hukumnya juga menuding Suryontoro tidak netral. Indikasinya, menurut Ahmad Dhani, beberapa kali Suryontoro menolak menjawab pertanyaan dari kuasa hukum.

    “Kalau saksi pelapor tidak menjawab saya bisa paham. Kalau saksi ahli saya merasa aneh,” kata Ahmad Dhani.

    Dalam persidangan, Suryontoro diminta mengkaji cuitan Dhani yang didakwa sebagai ujaran kebencian. Menurutnya, itu semua jelas merujuk kepada mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    Baca:
    Pengakuan Mengejutkan Admin Twitter Ahmad Dhani di Persidangan

    “Dari sisi konteks pada saat itu sedang pilkada, maka menurut saya maknanya sudah jelas,” ujarnya dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

    Suryontoro menuturkan mengggunakan kajian Teks, Koteks, dan Konteks dalam analisanya. Dia menjelaskan, sebuah teks lahir dari konteks. Konteks yang ada di balik cuitan Dhani, dia menerangkan, adalah kasus Ahok yang didakwa sebagai penista agama Islam pada pilkada DKI Jakarta 2017.

    Dalam kesaksiannya itu, Suryontoro berpendapat, tiga cuitan Dhani tentang penista agama dalam rentang Februari-Maret 2017 merupakan satu rangkaian. Ketiganya berada dalam satu konteks yang sama. “Konteksnya kan Pilkada 2017,” katanya.

    Baca:
    Di PN Jakarta Selatan, Ahmad Dhani Sebut 4 Nama Cawapres Prabowo

    Suryontoro menambahkan, ada penguatan ujaran kebencian dari Ahmad Dhani terhadap Ahok. Suryontoro menunjuk penggunaan huruf kapital oleh Ahmad Dhani dalam kalimat yang dicuitkannya 6 Maret 2017: Siapa saja yang dukung Penista Agama adalah Bajingan yang perlu diludahi mukanya - ADP

    Menurut Suryontoro, dalam kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan huruf kapital berarti definit, atau dapat dipastikan. Itu artinya, dalam cuitan Ahmad Dhani, kata penista agama dengan huruf awalan kapital jelas ditujukan pada pihak tertentu.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.