Psikolog Sebut 3 Peran Buat Memutus Mata Rantai Tawuran Pelajar

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran pelajar. Dok. TEMPO/Dasril Roszandi;

    Ilustrasi tawuran pelajar. Dok. TEMPO/Dasril Roszandi;

    TEMPO.CO, Bogor - Aksi tawuran menjadi pemandangan awal yang memprihatinkan saat tahun ajaran baru dimulai. Hal itu terbukti dengan penangkapan puluhan remaja yang diduga hendak melakukan di Bogor, Jawa Barat.

    Psikolog Universitas Pancasila, Aully Grashinta mengatakan, aksi tawuran pelajar merupakan mata rantai belum bisa diputuskan hingga saat ini dan menjadi budaya yang terus turun menunurun.

    Anak yang beranjak dewasa sedang dalam tahap menemukan dirinya sendiri. “Yang bisa dia lakukan adalah meng’attach’ dirinya dengan kelompok tertentu. Bisa kelompok teman sebaya (geng temen main), kelompok teman sehobi (motor, basket, dll), atau teman sekampung, pada saat itulah mereka menemukan sebenarnya ‘siapa’ dirinya dan apa yang diingi kan,” tutur Aully.

    Baca : Kata Psikolog Soal Tawuran Pelajar di Hari Pertama Masuk Sekolah

    Salah satunya adalah kelompok sekolah. Mereka menjadi bagian dari kelompok tersebut. Sehingga agar tetap diterima oleh kelompok maka mereka conform terhadap apa yang dilakukan oleh kelompok.

    “Nah karena merasa sebagai bagian dari kelompok maka terjadi saling mempengaruhi. Dan tawuran menjadi budaya dan menjadi semangat bersama,” kata Aully.

    Untuk itu, kata Aully, ada tiga peran yang dapat memutus mata rantai budaya tawuran di kalangan remaja yakni pihak sekolah misalnya dengan membuat kelas bersama sekolah yang suka tawuran. “Lalu memindahkan 1 cohort (3 angkatan) sehingga putus hubungannya,” kata Aully.

    Kedua jelas orang tua dan sekolah harus memberikan kesempatan dan arahan agar anak-anak lebih dapat mengembangkan potensi dengan melakukan hal-hal yang positif.

    Simak juga : Penyebab Komisi ASN Selidiki Pencopotan Wali Kota Oleh Anies Baswedan

    “Yang ketiga ya masyarakat, saat melihat remaja berkumpul merencanakan tawuran ya harus lekas bertindak RT RW kawasan tawuran juga sudah harus peduli,” kata Aully.

    Diketahui sebelumnya, dua aksi pelajar yang hendak melakukan tawuran sempat dihalau oleh Aparat Kepolisian Kabupaten dan Kota Bogor, Senin 16 Juli 2018. Alhasil, puluhan pelajar dan beberapa senjata tajam diamankan oleh jajaran kepolisian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.