Sandiaga Uno Sebut Prabowo Akan Bertemu Puan Lalu SBY, Agendanya?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersiap bersepeda bersama Presiden PKS menuju kantor DPP PKS di Jakarta Selatan, 21 April 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersiap bersepeda bersama Presiden PKS menuju kantor DPP PKS di Jakarta Selatan, 21 April 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno mengatakan Ketua Umum partainya, Prabowo Subianto, akan berjumpa Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kemanusiaan Puan Maharani.

    “Kami buka semua mitra koalisi. Pak Prabowo sebagai capres yang dimandatkan Gerindra untuk membangun koalisi ini sangat terbuka,” tutur Sandiaga Uno di Balai Kota DKI, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa, 17 Juli 2018.

    Baca : Soal Cawapres Prabowo, Ahmad Dhani Sebut Perawan dan Brownies

    Sandiaga Uno juga mengatakan besok, Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, Sandiaga tidak merinci ihwal pertemuan-pertemuan tersebut.

    “Pak Prabowo akan terus road show untuk mencoba membangun koalisi,” demikian Sandiaga Uno.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Syarifuddin Hasan sempat menyinggung soal rencana pertemuan Prabowo dan SBY.

    Syarif sebelumnya menemui Prabowo di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Kamis, 5 Juli 2018. Menurut Wakil Ketua Umum Gerindra, Ferry Juliantono, pertemuan Prabowo dan SBY nanti adalah kelanjutan dari pertemuan tersebut.

    Simak juga : Ahmad Dhani Sebut Anies Bisa jadi Cawapres Prabowo Karena...

    Ferry berharap pertemuan Prabowo-SBY akan semakin membuka peluang terbentuknya koalisi antara kedua partai di pilpres 2019. Kata Ferry, PAN dan PKS, yang disebut ikut dalam koalisi Gerindra, juga telah mengetahui rencana pertemuan tersebut. "Insya Allah itu akan melapangkan jalan kemungkinan koalisi," katanya.

    ADAM PRIREZA | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.