Sejumlah Ormas Bentuk Amicus Curiae untuk Tio Pakusadewo

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor senior Tio Pakusadewo berdoa bersama anak-anaknya sebelum menjalani sidang lanjutan atas kasus dugaan penyalahgunaan narkotika di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 5 Juli 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Aktor senior Tio Pakusadewo berdoa bersama anak-anaknya sebelum menjalani sidang lanjutan atas kasus dugaan penyalahgunaan narkotika di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 5 Juli 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah organisasi masyarakat berinisiatif membentuk Amicus Curiae atau Sahabat Pengadilan untuk aktor Tio Pakusadewo yang terjerat kasus narkoba.

    Baca: Tio Pakusadewo Diancam Denda Rp800 Juta, Aktris Ini Siap Patungan

    Mereka mengirimkan Komentar Tertulis kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena keberatan atas tuntutan yang didakwakan kepada Tio yaitu enam tahun penjara dan denda Rp 1 Miliar. Sahabat Pengadilan ini juga mendukung Tio untuk direhabilitasi.

    Sahabat pengadilan ini diinisiasi oleh empat organisasi yaitu, Institue for Criminal Justice Reform (ICJR), Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat (LBHM), Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (MaPPI) FH UI, dan Persaudaraan Korban Napza Indonesia (PKNI). Tiga akademisi bidang Hukum yaitu, Anugerah Rizki Akbari, Estu Dyah, dan Miko Ginting juga ikut bergabung. 

    Menurut mereka kasus Tio adalah salah satu contoh kasus rancunya kasus penegakan hukum kepada pengguna narkotika di tanah air. "Kami melihat skala besar, kebijakan narkotika itu dijalankan seperti apa, tepat sasaran atau tidak," kata Miko di Bakoel Koffie, Cikini, Selasa 17 Juli 2018.

    Keberatan mereka didasarkan pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Pasal 112 Tentang Narkotika, yang menjadi tuntutan Jaksa Penuntut Umum untuk Tio.

    Menurut mereka butir-butir yang menyebutkan bahwa orang yang memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika seperti dalam Pasal 112 ini rancu dan pasti dilakukan oleh semua pengguna narkoba.

    Baca: Tio Pakusadewo Mendadak Berpuisi dalam Sidang Perdana Narkoba

    Mereka mengatakan lebih tepat bagi Tio untuk direhabilitasi sesuai dengan Pasal 127, karena menurut mereka pengguna narkoba adalah orang sakit
    yang perlu diobati, bukan dipidanakan. 

    "Pengguna (narkoba) tidak tepat dimasukan ke dalam penjara, karena akan sia-sia," kata Alfiana Qisthi dari PKNI.

    Mereka berharap dengan komentar tertulis yang mereka kirimkan ini dapat membantu Hakim dalam memutuskan vonis dalam kasus Tio Pakusadewo yang akan dibacakan Kamis 19 Juli 2018. "Komentar tertulis diajukan oleh pihak yang tidak terlibat, bertujuan untuk mendorong atau membantu Hakim untuk mengambil keputusan yang seadil-adilnya," kata Miko Ginting.

    FIKRI ARIGI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.