Menjelang Idul Adha, Para Penjual Hewan Kurban Bekasi Dilarang...

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Waspada Antraks Pada Hewan Kurban, Begini Ciri-cirinya. TEMPO/Darma Wijaya

    Waspada Antraks Pada Hewan Kurban, Begini Ciri-cirinya. TEMPO/Darma Wijaya

    TEMPO.CO, Bekasi - Puluhan pedagang hewan kurban musiman mulai menggelar lapaknya di seantero Kota Bekasi, Jawa Barat. Misalnya, Kartono, 38 tahun, sejak dua hari ini mulai berjualan kambing dan sapi di kawasan Departemen Sosial, Bulak Kapal, Bekasi Timur.

    "Saya mendatangkan sapi langsung dari Bali atau Sapi Bali," kata Kartono soal hewan kurban dagangannya kali ini, Rabu 18 Juli 2018.

    Baca : Bekasi Gandeng IPB Deteksi Hewan Kurban Bermasalah, Caranya?

    Kartono mengatakan, harga jual yang ditawarkan bervariasi. Mulai dari Rp 14 juta hingga Rp 22,5 juta.

    Tergantung dari besar kecilnya hewan kurban itu. "Kami menjamin kondisi kesehatan hewan kurban, karena sebelum diberangkatkan sudah diperiksa lebih dulu," ujar dia.

    Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana menambahkan, pihaknya melarang pedagang memanfaatkan trotoar untuk berjualan hewan kurban.


    Simak juga : Asian Games, Ini Saran BPTJ Soal Angkutan Barang di Tol Dibatasi

    Sebab, hal itu dapat mengganggu pejalan kaki, serta keindahan kota. "Jika nekat, kami akan tertibkan bersama dengan kepolisian," kata Yayan.

    Yayan mengimbau agar pedagang hewan kurban memanfaatkan lahan kosong di beberapa titik di pinggiran jalan. Pihaknya juga meminta agar pedagang selalu menjaga kebersihan selama berdagang hewan kurban. "Kami tidak melarang orang berjualan, tapi harus menjaga kebersihan dan tak mengganggu orang lain," kata Yayan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.