Rabu, 19 Desember 2018

Polisi Anti Bandit Tangkap 4 Debt Collector di Tangerang

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Polres Kota Tangerang Ajun Komisaris Besar M.Sabilul Alif mendatangi kontrakan MA, perempuan 20 tahun yang menjadi korban persekusi di Cikupa, Tangerang, Selasa, 14 November 2017. TEMPO/Ayu Cipta

    Kepala Polres Kota Tangerang Ajun Komisaris Besar M.Sabilul Alif mendatangi kontrakan MA, perempuan 20 tahun yang menjadi korban persekusi di Cikupa, Tangerang, Selasa, 14 November 2017. TEMPO/Ayu Cipta

    TEMPO.CO, Tangerang - Tim anti bandit Unit Kejahatan dan Kekerasan Kepolisian Resor Kota Tangerang menangkap empat penagih utang atau debt collector di sebelah Danau Citra Raya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Rabu, 18 Juli 2018.

    Empat penagih hutang, RT, YRD, OS, BR, saat ditangkap sedang memantau nasabah yang menunggak cicilan kredit sepeda motor.

    “Empat debt collector ini sedang mengejar targetnya. Namun sebelum mendapatkan mangsanya, sudah kami sergap,” kata Kepala Satreskrim Polresta Tangerang Komisaris Wiwin Setiawan kepada Tempo, Rabu 18 Juli 2018.

    Baca juga: Kesal dengan Kritik Warganet, Sandiaga Uno Ajak Gencatan Senjata

    Wiwin mengatakan pihaknya juga menyita tiga unit sepeda motor yang digunakan pelaku untuk melakukan pendataan.

    Menurut Wiwin, Polresta Tangerang belakangan ini menggencarkan patroli guna memantau kegiatan debt collector.

    Perilaku penagih utang yang kerap merampas kendaraan di jalan dianggap sudah meresahkan masyarakat.

    "Banyak terjadi perampasan kendaraan saat sedang dikendarai oleh nasabah, serta barang kredit lainnya," kata Wiwin.

    Sehari sebelumnya, Selasa, 17 Juli 2018, Kepala Polresta Tangerang Komisaris Besar M. Sabilul Alif meminta pejabat baru di Polres Kota Tangerang langsung fokus pada program antisipasi begal.

    Hal itu, kata Kapolres, agar usaha memberantas begal yang telah dilaksanakan dapat berkelanjutan.

    "Pejabat baru yang menduduki jabatan sebagai Kapolsek Kresek dan Kasat Binmas fokus antisipasi begal. Tindak tegas, buat aman masyarakat," kata Sabilul pada upacara serah terima jabatan Kasat Binmas dari Kompol Sukirto ke Kompol Saludi dan Kapolsek Kresek dari AKP Suseno ke AKP Suyana.

    Kepada Kapolsek Kresek, Kapolres meminta langsung membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat. Langkah itu, ujar Sabilul sebagai upaya mempersempit ruang gerak pelaku begal dengan keterlibatan masyarakat secara proporsional.

    Sedangkan kepada Kasat Binmas, Kapolres mengintruksikan agar meningkatkan intensitas kegiatan pembinaan. Menurut Sabilul semakin banyak masyarakat yang sadar hukum, maka proses penegakkan hukum akan semakin ideal.

    Sabilul menegaskan jangan ragu-ragu memberantas kejahatan, termasuk debt collector yang mengancam warga. "Perintah saya, jika pelaku  kejahatan melawan, tembak, kalau perlu sampai mati,"kata Sabilul.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.