Operasi Telur Ayam Diserbu, Petugas Tolak Jual Telur Pecah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang ibu menenteng telur ayam murah yang dibeli di Toko Tani Indonesia Center, Jakarta, Kamis, 19 Juli 2018. Kementerian Pertanian resmi memulai operasi pasar dengan menggelontorkan 100 ton telur murah per hari di 43 pasar di berbagai lokasi di Indonesia. TEMPO/Amston Probel

    Seorang ibu menenteng telur ayam murah yang dibeli di Toko Tani Indonesia Center, Jakarta, Kamis, 19 Juli 2018. Kementerian Pertanian resmi memulai operasi pasar dengan menggelontorkan 100 ton telur murah per hari di 43 pasar di berbagai lokasi di Indonesia. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Operasi pasar telur ayam ras di Pasar Cipete Selatan diserbu pembeli yang kebanyakan kaum ibu, Kamis, 19 Juli 2018. Kementerian Pertanian menjual 870 kg telur dalam operasi pasar telur ayam ras itu.

    Baca: Anies Baswedan Datangkan 200.000 Ton Telur Ayam dari Blitar

    Dalam operasi tersebut telur dijual seharga Rp 19.500 per kg. Operasi pasar hari ini dimulai sejak pukul 14.00 sampai telur ayam habis.

    Petugas lapangan Kementerian Pertanian, Dio mengatakan telur laris dibeli warga lantaran dijual di bawah harga pasaran yang saat ini mencapai Rp 30 ribu. "Ini upaya pemerintah untuk menstabilkan harga," kata Dio di lokasi operasi pasar.

    Pantauan Tempo, hingga pukul 17.00 masih ada beberapa peti telur dan warga yang mengantre untuk membeli.

    Dio mengatakan warga hanya dibolehkan membeli 3-4 kg per orang. "Tidak boleh membeli sepeti. Kami batasi dan lihat kebutuhan yang membelinya. Per orang tidak boleh membeli terlalu banyak karena kami batasi," ujarnya.

    Ia mengatakan telur yang tidak bisa terjual karena pecah bakal dikembalikan ke Toko Tani Indonesia di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. "Yang pecah tidak bisa dijual, meski ada yang mau membelinya."

    Irawati, 34 tahun, mengantri untuk membeli 4 kg telur di operasi pasar tersebut. Ia datang karena mendengar dari tetangganya ada yang menjual telur di bawah harga pasaran.

    Irawati membeli telur tersebut untuk dijual kembali. "Sekarang telur lagi mahal, Rp 30 ribu per kg," ujarnya.

    Baca: Petugas Sita Ribuan Telur Rebus Busuk untuk Warung Bakso  

    Pembeli lainnya, Maryanah, 53 tahun. Dia membeli lantaran harga telur yang dijual di operasi pasar jauh di bawah harga pasaran. "Telur termasuk kebutuhan konsumsi setiap hari yang harganya sekarang terus naik. Alhamdulillah ini dijual murah," ujar pengajar di Madrasah Nurul Hidayah itu.

    Kementerian Pertanian memulai operasi pasar untuk menekan harga telur ayam yang saat ini sudah mencapai Rp 30 ribu per kilogram. Sebanyak 100 ton telur murah per hari dengan harga Rp 19.500 akan disebar di 43 pasar di berbagai lokasi di Indonesia.

    "Akan disebar di lokasi yang mengalami kenaikan harga, seperti Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan kota besar lainnya," kata Menteri Amran Sulaiman saat melepas 100 truk pikap berisi telur ayam di Toko Tani Indonesia Center, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, hari ini.

    Menurut Amran, telur ayam seharga Rp 19.500 ini tidak semuanya akan dijual langsung ke konsumen. Ada juga yang dijual ke pedagang pasar.

    Tujuannya agar suplai telur ayam di pasar bisa bertambah dan harga bisa otomatis turun. "Saya harap harganya bisa stabil, Rp 22.000 sampai Rp Rp 25.000," kata dia.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.