Jaga Waktu Rute Atlet Asian Games, Begini Presiden Ikut Mengalah

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana simulasi pengawalan polisi terhadap bis atlet untuk event Asian Games dengan jalur Bandara Sukarno Hatta, Wisma Atlet dan Kompleks Gelora Bung Karno, Rabu, 4 Juli 2018. TEMPO/Maria Fransisca Lahur.

    Suasana simulasi pengawalan polisi terhadap bis atlet untuk event Asian Games dengan jalur Bandara Sukarno Hatta, Wisma Atlet dan Kompleks Gelora Bung Karno, Rabu, 4 Juli 2018. TEMPO/Maria Fransisca Lahur.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Transportasi Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) Ipung Purnomo mengatakan pihaknya bersama Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ), serta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI akan mengupayakan segala cara agar atlet dapat tiba di venue pertandingan tepat waktu. 

    Bahkan, Ipung mengatakan, iring-iringan pejabat tinggi, seperti presiden dan wakilnya, harus berhenti saat berpapasan dengan bus pengantar atlet kontingen Asian Games 2018, yang bakal digelar di Jakarta dan Palembang.

    Baca: Inasgoc Pastikan Perjalanan Atlet ke Venue Asian Games Lancar

    "Walaupun rombongan presiden, harus tetap berhenti. Bus pengantar atlet ini yang menjadi prioritas di jalanan. Presiden sudah memberi atensi soal ini," ujar Ipung di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 20 Juli 2018.

    Hal tersebut, kata Ipung, bertujuan memastikan atlet tidak telat tiba di venue pertandingan. Sebab, panitia hanya memberi toleransi keterlambatan bagi atlet selama 15 menit sebelum dinyatakan kalah akibat walkover (WO).

    "Jangan sampai karena ada pejabat lewat, atlet ini misalnya waktunya sudah mepet, tiba-tiba disetop dan akhirnya terlambat ke venue," ucap Ipung.

    Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Karlo Manik, Kepala BPTJ Bambang Prihartono, Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Andri Yansyah, dan Direktur Transportasi Inasgoc Ipung Purnomo saat persiapan simulasi waktu tempuh rute atlet dalam Asian Games 2018 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 20 Juli 2018. Tempo/Adam Prireza

    Selain itu, Inasgoc akan membagi pintu keluar di Wisma Atlet Kemayoran menjadi dua. Pintu satu, yang menghadap ke Jalan HBR Motik, akan digunakan untuk bus pengantar atlet ke Gelora Bung Karno (GBK). Sedangkan pintu dua, menghadap ke Jalan Raden Haji Keneng Mudatsir, khusus untuk ke venue selain GBK.

    Simak: Alasan Anies Baswedan Pasang Target 60 Kegiatan Strategis Daerah

    "Jadi biar tidak crossing di jalanan," tutur Ipung. Inasgoc bersama dengan instansi terkait lainnya pun telah menyiapkan sekitar 500 bus Transjakarta dan bus umum serta sekitar 2.000 kendaraan pribadi untuk mengangkut para atlet dan ofisial ke venue Asian Games. Atlet akan diberangkatkan minimal dua jam sebelum jadwal pertandingan mereka dimulai.

    Sejumlah simulasi waktu tempuh juga telah dilakukan. Termasuk simulasi pagi ini dengan rute Wisma Atlet Kemayoran menuju enam venue yang berada di Ancol, Rawamangun, Bulungan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cibubur, dan Pondok Indah.

    Hasilnya pun jauh lebih cepat daripada syarat waktu tempuh 34 menit yang diberikan oleh Dewan Olimpiade Asia (OCA).

    Baca juga: 40 Tol Bakal Terdampak Asian Games 2018, Ini Daftarnya

    Menurut Ipung, dalam simulasi pagi ini, didapat waktu tempuh menuju venue di Cibubur selama 31 menit, Pondok Indah 30 menit, Ancol 12 menit, TMII 20 menit, Bulungan 20 menit, serta Rawamangun 18 menit.

    Dari hasil tersebut, Inasgoc bersama instansi lain akan mengadakan evaluasi untuk memperbaiki faktor yang masih dianggap kurang dalam simulasi mobilitas atlet Asian Games. "Alhamdulillah masalah waktu tempuh ini sudah teratasi. Tapi kami akan tetap berupaya mendapatkan waktu seminimal mungkin," ujar Ipung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.