Remaja 17 Tahun Jadi Kurir 2.915 Pil Ekstasi Sindikat Nigeria

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukkan kemasan berisi ribuan pil ekstasi, dan narkoba dari jenis sabu. Sebanyak 9 ribu pil ekstasi dan 2.1 kilogram sabu, diamankan dari atas kapal KM Kumala, yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak. Tanjung Perak, Surabaya, 10 Maret 2015. TEMPO/Fully Syafi

    Petugas menunjukkan kemasan berisi ribuan pil ekstasi, dan narkoba dari jenis sabu. Sebanyak 9 ribu pil ekstasi dan 2.1 kilogram sabu, diamankan dari atas kapal KM Kumala, yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak. Tanjung Perak, Surabaya, 10 Maret 2015. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menangkap remaja Indonesia berinisial RS, 17 tahun, yang terbukti membawa 2.915 pil ekstasi. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, RS membawa ekstasi yang diedarkan oleh jaringan internasional Nigeria-Indonesia.

    Baca: BNN Bakar 12 Kilogram Sabu dan 9 Ribu Butir Ekstasi

    "Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya telah berhasil mengungkap kasus narkotika jenis ekstasi jaringan internasional Nigeria-Indonesia," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 20 Juli 2018.

    RS ditangkap di depan Rumah Makan Gudeg Pejompongan, Jalan Bendungan Hilir Raya G II/15, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada 13 Juli 2018 sekitar pukul 17.20 WIB.

    Argo memaparkan, polisi menemukan barang bukti berupa 2.915 pil ekstasi yang dikemas dalam empat plastik. Rinciannya, yakni 1.001 butir, 1.002 butir, 472 butir, dan 440 butir pil ekstasi. Empat plastik itu dibungkus seperti sebuah paket.

    Baca: Pil-pil Ekstasi Sindikat Narkoba Jerman-Indonesia Ternyata Jumbo

    "Hasil pemeriksaan Puslabfor Mabes Polri, barang bukti tersebut seluruhnya positif mengandung zat MDMA (ekstasi)," ujar Argo.

    Awalnya, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya memperoleh informasi akan ada transaksi jaringan internasional pil ekstasi untuk diedarkan di wilayah hukum Jakarta. Pil Ekstasi tersebut berasal dari Prancis yang dikendalikan oleh warga negara Nigeria bernama Paul.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.