Turis Banjiri DKI Saat Asian Games, Anies Siapkan Paket Wisata

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan penutupan grup perusahaan yang membawahi Alexis, PT Grand Ancol Hotel, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 27 Maret 2018. Foto: Istimewa

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan penutupan grup perusahaan yang membawahi Alexis, PT Grand Ancol Hotel, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 27 Maret 2018. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Anies Baswedan memperkirakan jumlah turis asing di Jakarta bakal melonjak saat perhelatan Asian Games 2018 pada Agustus mendatang. Ia memperkirakan jumlahnya mencapai 200 ribu wisatawan. “Kami sudah siapkan paket wisata untuk dua kelompok," kata Anies di Balai Kota pada Jumat, 20 Juli 2018.

    Baca: Anies Baswedan Akan Gunakan Jurus Ini Setelah LKPJ Ditolak DPRD

    Dua paket wisata itu masing-masing ditujukan untuk atlet beserta tim official dan turis-turis asing yang datang untuk menonton pertandingan. Menurut Anies, paket yang disiapkan antara lain wisata sejarah, atraksi, budaya, dan belanja.  

    Untuk wisata sejarah, atraksi, dan budaya, para turis itu diarahkan mengunjungi Monumen Nasional, Museum Fatahillah, Museum Tekstil, Museum Bahari, pertunjukan wayang orang, dan atraksi laser.

    Baca juga: Penyerapan APBD Kalah dengan Ahok, Anies Baswedan Punya Jawaban

    Sedangkan untuk wisata belanja obyek yang bisa dikunjungi antara lain pameran di Smesco, Museum Tekstil, serta beberapa outlet kerajinan di pusat perbelanjaan seperti Grand Indonesia, Plaza Indonesia, dan Pacific Place. Untuk wisata belanja ini pemerintah bakal menyiapkan paket wisata khusus wanita atau ladies program.  

    Selain itu, Dinas Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta juga akan menggelar Jakarta Great Sale dan pertunjukan musik bertajuk Mammamia selama Asian Games berlangsung. Dari sejumlah paket wisata, kata Anies, ada beberapa yang disuguhkan secara cuma-Cuma. "Ada yang berbayar, tapi umumnya tidak. Nanti saya beri daftar detailnya ya," ujar Anies Baswedan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.