Warga Kemayoran Dapat Instruksi Khusus dari Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam acara mengecat tembok di Kampung Tematik, Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Juli 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam acara mengecat tembok di Kampung Tematik, Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Juli 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan instruksi khusus kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Wisma Atlet Asian Games, Kemayoran, Jakarta Pusat. "Warga Kemayoran harus jadi tuan rumah yang baik dan ramah menyapa mereka dengan budaya khas," kata Anies di Kampung Tematik, Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Juli 2018.

    Baca: Ini Alasan Anies Soal Atlet Asian Games Nginap di Wisma Kemayoran

    Para atlet dan tim official Asian Games harus diperlakukan secara istimewa karena mereka adalah tamu negara. Karena itu, Anies juga meminta aparatur pemerintahan setempat untuk mengatur cara berinteraksi dengan tamu-tamu itu. Masyarakat pun harus bersikap proaktif untuk membantu para atlet yang ingin berjalan-jalan di sekitar Wisma Atlet.

    Anies bersama wakilnya, Sandiaga Uno, meninjau lingkungan di sekitar Wisma Atlet pagi tadi. Salah satu yang dikunjungi mereka adalah kampung warna-warni atau Kampung Tematik yang terletak sekitar 300 meter dari Wisma Atlet.

    Baca: Anies Baswedan Tinjau Kali Item, Warga Berteriak Dua Periode

    Selanjutnya, Anies dan Sandiaga memantau kondisi Kali Sentiong Sunter yang lebih dikenal dengan sebutan Kali Item. Kali tersebut persis bersebelahan dengan Wisma Atlet. Permukaan kali sepanjang 600 meter telah ditutup jaring hitam.

    Menurut Anies Baswedan, pemasangan jaring bertujuan untuk menutupi warna air yang hitam pekat. Selain itu, dengan adanya jaring, aroma kali yang busuk juga tidak menyebar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.