Perluasan Ganjil Genap Diprotes, Sandiaga Sebut Memang Tidak Fair

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi lalu lintas menegur dan menghadang mobil yang memasuki jalur gajil genap di Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu, 18 Juli 2018.Tempo/Imam Hamdi

    Polisi lalu lintas menegur dan menghadang mobil yang memasuki jalur gajil genap di Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu, 18 Juli 2018.Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta para pengguna mobil untuk bersabar atas uji coba kebijakan perluasan ganjil genap menjelang perhelatan Asian Games 2018.

    Sandiaga memaklum bahwa pembatasan kendaraan bermotor dengan ganjil genap diperluas tersebut memang dirasa tidak adil, terutama bagi pengguna mobil.

    Baca : Menjelang Asian Games, Anies Bicara Kali Item Ternyata Masih Bau

    "Memang tidak fair, tapi ini perhelatan Akbar yang maha super penting buat Jakarta dan membangun negara juga, jadi salah satunya yang memiliki (mobil) untuk sementara ya ikut peraturan Asian Games ini, perluasan ganjil-genap," ucap Sandiaga di Lapangan Kemenpora, Jakarta Pusat pada Sabtu, 21 Juli 2018.

    Sandiaga meminta warga untuk tidak menyalahkan pemerintah. Sebab, kebijakan ini penting bagi Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games.

    Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memperluas kebijakan ganjil genap di kawasan DKI Jakarta menjelang perhelatan ajang Asian Games 2018.

    Diskresi itu diterapkan untuk memperlancar arus lalu lintas selama kegiatan tersebut berlangsung, terutama untuk memangkas waktu tempuh para atlet yang akan bertanding. Uji coba sudah diterapkan sejak 2 Juli 2018 lalu.

    Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) melayangkan surat keberatan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atas diberlakukannya sistem ganjil genap di sejumlah ruas jalan arteri Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.