Senin, 15 Oktober 2018

Letusan Senjata di Bandara Soekarno- Hatta, Polisi Tanggung Jawab

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel kepolisian dari Satuan Brimob melakukan patroli di kawasan Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 30 Desember 2015. Sekitar 100 orang anggota Brimob disiagakan menjaga keamanan bandara menjelang pergantian tahun baru. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Personel kepolisian dari Satuan Brimob melakukan patroli di kawasan Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 30 Desember 2015. Sekitar 100 orang anggota Brimob disiagakan menjaga keamanan bandara menjelang pergantian tahun baru. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Senior Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang, mengatakan letusan senjata api di area check-in counter Terminal 3 Bandara Soekarno - Hatta yang melukai seorang petugas diselasaikan secara kekeluargaan.

    Baca juga: Senjata Api Meletus di Bandara Soekarno - Hatta, Petugas Terluka

    Pasca kejadian, kata Febri, Briptu Fajar Firmansyah, anggota Polri yang juga pemilik senjata api, dipertemukan dengan korban, Briptu Galuh Apriyana, dipertemukan di ruang OIC (Oficee In Chart).

    “Mereka mencari solusi agar tidak ada tuntutan di kemudian hari dengan di dampingi oleh Piket Propam dan Pawas, Ipda Muhamad," ujar Febri, Ahad, 22 Juli 2018.

    Hasil musyawarah, ujar Febri, semua pihak tidak menuntut dengan membuat surat pernyataan yang didasari tidak ada tekanan dari pihak manapun. “Briptu Galuh  Apriyana bertanggungjawab dalam proses penyembuhan luka korban Ikhwanul Hakim Siregar," kata Febri.

    Febri mengatakan, letusan senjata api milik Bripda Galuh yang sedang dititipkan. "Tiba-tiba pada saat ditarik larasnya tidak diketahui bahwa masih ada satu  amunisi yang tertinggal di kamar laras tersebut, mengakibatkan letusan dan serpihan yang mengenai petugas, Ikhwanul Hakim Siregar," kata Febri.

    Menurut Febri, peristiwa ini terjadi pada pukul 05.55 pagi tadi saat Briptu Galuh Apriyana sedang memeriksa Briptu Fajar Firmansyah yang membawa senjata api jenis Glock untuk kebutuhan dinas. Fajar akan terbang menuju ke Banda Aceh menggunakan Pesawat GA 140.

    Pada saat boarding pukul 05.55, Galuh yang membantu proses pemberangkatan dan senjata dititipkan ke Security Item Garuda. Proses penitipan dilakukan dengan pengosongan peluru dari magasen dan laras senjata.

    "Memang sudah SOP setiap senjata yang legal saat akan melakukan penerbangan harus dikosongkan," kata Febri.

    Polres Bandara Soekarno - Hatta belum memberi keterangan terkait kasus meledaknya senjata api ini. Kepala Polres Bandara Soekarno - Hatta Ajun Komisaris Besar Viktor Togi Tambunan belum merespon saat dihubungi. Begitu juga dengan Kepala Bagian Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta Inspektur Dua Prayogo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Citra serta Jurus Kampanye Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno

    Berlaga sebagai orang kedua, Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno melancarkan berbagai jurus kampanye, memerak citra mereka, dan menyambangi banyak kalangan.