Sandiaga Uno Ajak Seniman Betawi Ikut Ramaikan Asian Games

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno didampingi Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana atau Lulung dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga RatiyonoSandiaga Uno saat membuka Festival Pencak Silat Betawi di Lapangan Monas, Jakarta, Ahad, 22 Juli 2018. Tempo/Zara Amelia

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno didampingi Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana atau Lulung dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga RatiyonoSandiaga Uno saat membuka Festival Pencak Silat Betawi di Lapangan Monas, Jakarta, Ahad, 22 Juli 2018. Tempo/Zara Amelia

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengajak seniman Betawi ikut meramaikan ajang Asian Games 2018. Salah satunya dengan ikut menyambut para atlet yang akan bertanding dalam perhelatan tersebut.

    Baca: 
    Sandiaga Uno: Kini Giliran One Kecamatan, One Ondel-ondel Betawi

    "Nanti siapkan palang pintu pakai bahasa Inggris, bahasa Italia," kata Sandiaga saat membuka festival silat Betawi di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, pada Ahad, 22 Juli 2018. Palang pintu adalah nama seni bela diri masyarakat Betawi yang biasa disuguhkan untuk menyambut tamu. 

    Tahun ini merupakan Festival Pencak Silat Betawi yang ke-8 sejak 2011. Selain Sandiaga, dalam festival tersebut Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (Lulung) dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Ratiyono. 

    Baca: Sandiaga Uno Ingin Palang Pintu Betawi Pakai Bahasa Asing  

    Sandiaga mengatakan, ajang Asian Games bisa menjadi momentum untuk mempromosikan budaya Betawi. Karena itu dia berharap seluruh masyarakat ikut meramaikan dan memastikan Asian Games berjalan dengan lancar. Dia juga mengingatkan masyarakat untuk terus melestarikan olahraga pencak silat agar tidak menjadi sejarah.

    "Petakan silat lokal. Jangan biarkan punah silat tersebut. Silat ini bisa menjadi ekonomi kreatif," ucap Sandiaga.

    Tak hanya itu, Sandiaga Uno juga berharap generasi muda semakin tertarik untuk mempelajari silat. Jika tidak, kata Sandiaga, olahraga asli Indonesia tersebut justru dapat dikuasai oleh warga asing. "Saingan kita berat, ada Vietnam, Malaysia. Pencak silat harus bangkit, pencak silat harus juara," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.