LBH Minta Kapolri Cabut Instruksi Tembak Mati Begal

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lima pelaku begal dihadirkan saat rilis Ungkap Kasus Pelaku Begal di kantor Polres Jakarta Selatan, Selasa, 17 Juli 2018. Setelah korban berhenti, pelaku mengambil semua barang berharga miliknya. TEMPO/Amston Probel

    Lima pelaku begal dihadirkan saat rilis Ungkap Kasus Pelaku Begal di kantor Polres Jakarta Selatan, Selasa, 17 Juli 2018. Setelah korban berhenti, pelaku mengambil semua barang berharga miliknya. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta – LBH Jakarta meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencabut instruksi tembak mati pelaku kejahatan jalanan atau begal menjelang Asian Games 2018. Koalisi merujuk kepada Operasi Cipta Kondisi yang digelar Polda Metro Jaya sejak 2 Juli 2018.

    Operasi tersebut telah setidaknya menyebabkan 12 orang yang diduga ataupun disangka begal tewas. Mereka berasal dari 53 orang yang ditembak dan lebih dari 200 ditangkap.

    Baca:
    Dari 10 Jasad Begal, Seluruhnya Luka Tembak di Dada

    Kepala Bidang Advokasi Fair Trial Lembaga Bantuan Hukum Jakarta Arief Maulana, mengatakan instruksi tak ragu tembak di tempat juga diberikan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Aziz. Sedang Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto disebutnya pernah membuat pernyataan bahwa polisi bisa melumpuhkan penjahat selain dengan menembak kaki atau tangan.

    "Padahal menembak bukan tujuan untuk mematikan, melainkan untuk melumpuhkan jika polisi terancam," kata Arief dalam jumpa pers di kantor LBH Jakarta, Minggu 22 Juli 2018.

    Baca:
    Didesak, Investigasi Kematian Belasan Begal oleh Peluru Polisi

    Sikap menentang extra judicial killing atau pembunuhan di luar peradilan itu juga disuarakan Institute for Criminal Justice Reform, Amnesty Indonesia, Kontras, LBH Masyarakat, Perkumpulan Korban Napza Indonesia dan lmparsial. Bersama sebagai Koalisi Masyarakat Sipil, mereka menuntut adanya investigasi atas tewasnya orang-orang yang diduga atau disangka begal tersebut.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono telah menyatakan, penembakan terhadap pelaku begal dan penjambretan sudah sesuai dengan prosedur standar operasi kepolisian.

    "Polisi sudah sesuai dengan SOP. Tindakan tegas dan terukur sesuai dengan aturan," katanya, Kamis, 19 Juli 2018.

    Baca:
    Tak Ada yang Berani Mengadu, LBH Turun Investigasi Polisi Berantas Begal

    Tindakan tegas dan terukur merupakan bahasa agar polisi memberikan tembakan peringatan bila penjahat membahayakan keselamatan polisi atau warga. Tujuannya untuk melumpuhkan pelaku, termasuk pelaku begal. "Kalau polisi menjadi korban atau masyarakat sekitar terancam bagaimana? Apa kami biarkan?" kata Argo lagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tata Tertib Penonton Debat Capres 2019, KPU Siapkan Kipas

    Begini beberapa rincian yang perlu diperhatikan selama debat Capres berlangsung pada Kamis, 17 Januari 2019. Penonton akan disediakan kipas oleh KPU.