Penculikan Bocah 5 Tahun di Tanah Abang, Ini Tujuan Penculiknya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi penculikan. Tempo/Indra Fauzi

    ilustrasi penculikan. Tempo/Indra Fauzi

    TEMPO.CO, Jakarta - Bocah berusia 5 tahun yang menjadi korban penculikan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dijadikan pengemis di Pariaman, Sumatera Barat. Pelaku penculikan, Herman, 37 tahun, menyuruh korban mengemis di tiap kota yang disinggahi dalam perjalanan dari Jakarta ke Sumbar.  

    Baca: Penculikan Balita di Tanah Abang, Korban Ditemukan di Sumatera

    "Korban bahkan sudah dijadikan pengemis sejak perjalanan dari Jakarta ke Pariaman," kata Kepala Kepolisian Sektor Tanah Abang Ajun Komisaris Besar Lukman saat dihubungi, Sabtu, 22 Juli 2018.

    Korban berinisial PA diculik di dekat rumahnya di kawasan Gang Masjid Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu, 11 Juli 2018.

    Pelaku adalah penjual asongan makanan dan minuman yang mangkal di Jalan Jatibaru, depan Stasiun Tanah Abang. "Korban tinggal sama neneknya."

    Setelah diculik dari dekat rumahnya, korban digendong dan dibawa oleh tersangka menggunakan kereta ke Rangkas Bitung, Banten. Setelah itu, Herman melanjutkan perjalan ke Merak menggunakan kereta.

    Pelaku melanjutkan perjalanan dari Merak ke Bakauheni menggunakan kapal laut. "Pelaku melanjutkan perjalanan ke Rajabasa menggunakan bus, lalu dilanjutkan ke Pariaman," ujarnya.

    Dari Pariaman, pelaku naik angkot ke Gerbang Dermaga Gandoriah, Pariaman.

    "Setiap tiba di beberapa kota sepanjang perjalanan dari Jakarta sampai dengan Sumatera Barat, korban disuruh mengemis dengan membawa ember merah."

    Baca: Alibi Tersangka Penculikan Bayi Aditya: Kemasukan Setan

    Kasus penculikan ini terbongkar lantaran ada saksi yang curiga terhadap gelagat tersangka. Saksi mencurigai bocah yang dibawa tersangka bukanlah anak kandungnya.

    "Hal itu terlihat dari cara tersangka memperlakukan korban," ucapnya. "Korban juga memanggil tersangka dengan sebutan Om," ujarnya.

    Karena curiga, saksi menanyai tersangka terkait hubungannya dengan anak itu. Namun, saat itu, tersangka memberikan jawaban yang semakin membuat saksi curiga. Saksi melaporkannya kepada petugas Kepolisian Resor Pariaman.

    Setelah memeriksa tersangka dan korban, Polres Pariaman pun langsung menghubungi Polsek Tanah Abang untuk mengecek laporan anak hilang di sana atas inisial PA.

    "Setelah diperiksa ternyata ada laporan anak hilang di kami. Sabtu kemarin kami langsung jemput korban dan tersangka dari Polres Pariaman," ujarnya. "Tersangka dan korban penculikan baru sampai jam dua siang tadi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.