Polisi Pastikan Ada Penutupan Secara Periodik di 19 Pintu Tol untuk Asian Games

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan kendaraan terjebak kemacetan di ruas Tol Dalam Kota, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, 4 Mei 2016. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Ribuan kendaraan terjebak kemacetan di ruas Tol Dalam Kota, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, 4 Mei 2016. ANTARA/Rivan Awal Lingga

     

    TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf mengatakan bakal melakukan buka tutup jalan tol secara periodik untuk menunjang kelancaran transportasi atlet Asian Games. Keputusan untuk buka tutup tol merupakan hasil dari kajian bersama.

    Baca juga: Catat, Ini 3 Paket Kebijakan Lalu-lintas Selama Asian Games 2018

    "Kalau banyak atletnya memang diprioritaskan untuk membuka tutup tol," Yusuf saat dihubungi pada  22 Juli 2018.

    Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyatakan perlu ada rekayasa lalu lintas di tol dalam kota Jakarta untuk mengantisipasi pengendara mobil yang pindah ke tol akibat sistem ganjil-genap.

    Jika tidak ada pengaturan, perjalanan atlet Asian Games 2018  dari Wisma Atlet Kemayoran ke lokasi pertandingan bakal terganggu.

    Baca juga: Asian Games, YLKI: Penutupan Tol dan Ganjil Genap Tak Efektif

    “Jadi perlu kami atur,” tutur Kepala BPTJ Bambang Prihartono, Kamis 19 Juli 2018.

    Yusuf mengatakan rencana buka tutup tol  merupakan hasil rapat instansi terkait untuk menunjang kelancaran transportasi atlet. Jadi, untuk mempercepat arus transportasi atlet memang diperlukan buka tutup jalan tersebut.

    "Jadi untuk buka tutul pasti. Jelas ditutup pas atlet lewat dan dibuka kembali setelah atlet lewat," ucapnya.

    Menurut dia, rencana kebijakan buka tutup tersebut memang dibutuhkan untuk memangkas waktu tempu perjalanan atlet dari wisma ke gelanggang. Bahkan, buka tutup tidak hanya dilakukan di pintu tol, melainkan jalan lain yang dilalui atlet Asian Games.

    "Jalan lain yang dilalui bakal dibuka tutup. Itu kesimpulannya."

    Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Lulintas Polda Metro Ajun Komisaris Besar Budiyanto mengatakan memang ada rencana penutupan sejumlah ruas tol secara periodik saat dilalui atlet. Namun, rencana penutupan permanen tersebut juga belum diputuskan secara pasti.

    "Belum ada keputusan hitam diatas putihnya," ujarnya.

    Rencana penutupan periodik hanya dilakukan di 19 pintu masuk di sejumlah ruas tol. "Bukan ditutup permanen selama Asian Games. Tapi ada waktunya," ujarnya.

    Adapun rencana penutupan pintu tol prioritas pada pukul 06.00-17.00: Ancol Barat, Jembatan Tiga 1, Angke 2, Tanjung Duren, RS Harapan Kita, Slipi 2, Podomoro, Rawamangun, Pedati, dan Taman Mini.

    Simak juga: JK Siapkan Skenario Atasi Kemacetan Saat Asian Games 2018

    Sedangkan, yang ditutup permanen pada 12.00-21.00: Gedong Panjang 2, Jembatan Panjang 2, Angke 1, Jelembar 1, Slipi 1, Sunter, Jatinegara, Kebon Nanas dan TMII.

    "Buka tutup pintu tol dilakukan secara periodik dengan diskresi polisi," ujarnya menjelaskan soal antisipasi menghadapi kemacetan lalu lintas pada saat Asian Games.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.