Kemacetan di Jalan Sawangan Depok, 6 Kilometer Ditempuh Dua Jam

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kemacetan lalu lintas. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Ilustrasi kemacetan lalu lintas. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat semakin memprihatinkan.  Pada hari kerja, hal itu terjadi pada pagi dan sore hingga malam hari. Untuk Sabtu-Minggu, kemacetan berlangsung sepanjang hari.

    Baca juga: Kemacetan Lalu Lintas Depok Karena Transportasi Publik Buruk

    “Pagi ini saya menghabiskan waktu dua jam untuk menempuh jarak 6 kilometer,” kata Selamet Riyanto, warga Perumahan Depok Maharaja pada Senin, 23 Juli 2018.

    Senin pagi ini, Selamet mengantar anaknya bersekolah di salah satu SMA di Jalan Meruyung, Kecamatan Limo.  Biasanya dia menggunakan sepeda motor.

    Namun udara dingin dan tanda-tanda akan hujan, memaksanya menggunakan mobil untuk mengantar anak keduanya.  Jarak Perumahan Perumahan Depok Maharaja ke sekolah anaknya sekitar 6 kilometer (km), pulang pergi.

    Dia berangkat dari rumahnya pada pukul 05.45.  Perjalanan relatif lancar meski pada beberapa persimpangan ada kemacetan.

    Baca juga: Sistem Satu Arah di Depok, Perlintasan Kereta Sebabkan Kemacetan

    Setelah sampai di sekolah, dia kembali ke rumahnya. Jalan Meruyung/Limo yang tidak begitu lebar mulai dijejali kendaraan yang menuju Jakarta.

    Ratusan sepeda motor mengambil jalur sebelah kanan sehingga menghambat kendaraan dari arah sebaliknya.

    “Hal lain yang ikut andil kemacetan adalah pemungut sumbangan ditengah jalan,” kata Selamet, manajer di salah satu perusahaan penerbitan.

    Ada dua titik pemungut sumbangan di Jalan Meruyung itu.  “Ini membahayakan pengguna jalan,” ujar Selamet yang pernah menjadi Ketua Rukun Warga (RW) 12, Kelurahan Rangkapan Jaya.

    Sampai di Jalan Sawangan, kemacetan makin menjadi-jadi. Mobilnya merayap.  Tidak ada polisi lalu lintas atau petugas Dinas Perhubungan Kota Depok di pertigaan Parung Bingung.

    Kemacetan di Jalan Raya Sawangan Kian Tak Teratasi

    Mobil angkot D-03 berhenti (ngetem) sembarangan.  Ratusan sepeda motor memaksa masuk ke jalur sebelah kanan, arah berlawanan.  Belum lagi ada pemungut sumbangan.

    “Pada beberapa titik, kendaraan saya berhenti total,” katanya.

    Simak juga: Macet di Jalan Margonda Depok, Begini Kebijakan Pemkot

    Antara lain menjelang persimpangan atau pertigaan memasuki kompleks perumahan. “Pak Ogah memberi jalan kepada pengendara mobil yang memberi uang tip,” katanya.  

    Sekitar pukul 07.40, Selamat Riyanto akhirnya sampai rumahnya.  Walhasil Senin pagi itu dia mengahabiskan waktu dua jam di dalam mobilnya untuk menempuh jarak 6 kilometer.

    Eka Prasetya warga RW 12, Perumahan Depok Maharaja menjelaskan kemacetan lalu lintas di Jalan Sawangan semakin parah. Baik itu pada jam berangkat dan pulang kantor atau pada hari Sabtu dan Minggu.

    “Kami tidak  bisa lagi membedakan antara macet sama jalan kaki,” kata Eka yang berkantor di Jakarta.  “Kami sudah pasrah bongkokan menghadapi kemacetan di Depok,” ujar Khaerin, warga Depok Maharaja di Blok P.

    Simak juga: Kemacetan Makin Parah, Warga Depok Siasati dengan Pulang Malam

    Sigit Paryono mempertanyakan keseriusan pemerintah pusat dan daerah mengatasi kemacetan lalu lintas di Jalan Sawangan.  Beberapa tahun lalu, dia pernah mendengar janji pemerintah untuk memperlebar jalan utama yang menghubungkan kawasan Parung (Bogor) dengan pusat Kota Depok.

    “Sampai saat ini tak ada realisasi dari pelebaran jalan itu,” kata Sigit, warga Depok Maharaja,  yang bekerja di kawasan Jakarta Barat. Untuk  menghadapi kemacetan, dia berangkat lebih pagi lagi menuju kantornya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.