Penembakan di Pejagalan, Pelaku Diduga Terbiasa Pegang Senjata

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah korban penembakan, Herdi, 45 tahun, di Gang Code, No. 7 D Rt 2/7, Jalan Jelambar Fajar, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Senin, 23 Juli 2018. Tempo/Adam Prireza

    Rumah korban penembakan, Herdi, 45 tahun, di Gang Code, No. 7 D Rt 2/7, Jalan Jelambar Fajar, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Senin, 23 Juli 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta  - Polisi masih menyelidiki kasus penembakan yang menewaskan Herdi, 45 tahun, di Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Hingga saat ini identitas dan motif pelaku masih misterius.

    Baca: Herdi Tewas Ditembak Mati di Kepala, Begini Kata Tetangga

    Kriminolog Universitas Indonesia Ferdinand Andi Lolo menilai penembakan sudah direncanakan dan pelaku memang sudah mengincar Herdi. "Bisa karena masalah pribadi, pekerjaan, atau keuangan," kata Ferdinand melalui telepon, Senin, 23 Juli 2018. “Kemungkinan ada masalah besar.”

    Ferdinand mengatakan, pelaku telah mempunyai persiapan dan keahlian dalam menembak. Sebab, orang yang tidak terbiasa memengang senjata api, belum tentu bisa menembak sasaran secara tepat. "Jarak lima meter belum tentu kena sasaran kalau pelaku tidak terlatih,” katanya.

    Baca: Turun dari Mobil, Herdi Ditembak Mati Pria Berambut Cepak

    Kepala Unit Satuan Reserse dan Kriminal Polsek Penjaringan Komisaris Mustakim mengatakan, dari hasil penyelidikan diduga kuat penembakan ini tidak terkait perampokan. “Sebab, tidak ada barang korban yang hilang,” katanya.

    Dari tiga saksi yang diperiksa, polisi telah mendapatkan ciri-ciri pelaku. Saat ini penyidik masih menunggu pemeriksaan dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk mengetahui jenis senjata yang digunakan pelaku dalam penembakan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.