Kalijodo Kini: Sandiaga Sorot Koordinasi, Dinas Persoalkan Ini

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi RPTRA Kalijodo di Penjaringan, Jakarta Utara, pada Senin, 23 Juli 2018. Tempo/Adam Prireza

    Kondisi RPTRA Kalijodo di Penjaringan, Jakarta Utara, pada Senin, 23 Juli 2018. Tempo/Adam Prireza

    JAKARTA - Dinas Kehutanan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan musim kemarau yang membuat sebagian taman di Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo rusak dan meranggas. Selain itu ada faktor karakter tanah yang tidak subur karena bekas bongkaran bangunan.

    Baca:
    Sandiaga Salahkan Pengelolaan RPTRA Kalijodo Peninggalan Ahok

    “Sekarang itu musim kering. Jadi kalau seperti sebelum-sebelumnya, musim hujan, tidak ada masalah,” tutur Kepala Dinas Kehutanan, Djafar Muchlisin, saat dihubungi, Selasa 24 Juli 2018.

    Djafar mengungkap rencananya untuk menambah personel kebersihan serta perawat taman. Saat ini, jumlahnya sebanyak sekitar 10 orang total area RTH dan RPTRA Kalijodo seluas 3,4 hektare.

    Ia juga menyebut telah menginstruksikan Suku Dinas Kehutanan Jakarta Utara untuk meningkatkan intensitas penyiraman taman di musim kemarau ini. “Kalau sebelumnya sekali dalam sehari, mungkin akan jadi dua atau tiga kali," kata Djafar. 

    Baca:
    Sandiaga Ingin Bangun Kalijodo Seperti Las Vegas

    Faktor lain, yang ketiga, yang berkontribusi dalam kerusakan tanaman dan rumput, kata Djafar, adalah bazar yang kerap diadakan di taman tersebut. Menurut Djafar, sebagian besar masyarakat tidak menyadari faktor yang satu ini. Padahal, dia menambahkan, pengelola telah memberi imbauan agar jangan sampai merusak rumput.

    “Bukannya kami melarang tapi kenyataan di lapangan saat ada bazar, masyarakat tidak bisa dilarang menginjak rumput,” kata Djafar.

    Sebelumnya, viral di media sosial tentang kondisi RTH dan RPTRA Kalijodo yang jauh berbeda saat ini. Terkesan tempat yang diresmikan di era Gubernur Basuki T. Purnama alias Ahok dan diproyeksikan sebagai obyek wisata baru di Jakarta itu terbengkalai.

    Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno menyoroti pengelolaan yang disebutnya melibatkan banyak campur tangan dinas atau satuan kerja perangkat daerah di RPTRA dan RTH Kalijodo. Menurutnya, itu tidak efektif. 

    Baca:
    Arsitek Yori Antar Rancang Masjid Kalijodo Atas Ide Ahok

    “Ini RPTRA satu-satunya yang tidak di bawah kelurahan, jadi koordinasinya memang kurang,” kata Sandiaga Uno, Senin 23 Juli 2018.

    Pengelola Taman Kalijodo, Jamaluddin, telah membantah terbengkelai. Tapi dia mengakui membutuhkan tambahan prasarana dan personel untuk perawatan eks kawasan lokalisasi itu.

    "Beberapa kali saya sudah minta tambahan kekuatan. Jawabannya 'oke nanti diatur' begitu," kata Jamaluddin yang juga menjadi kepala keamanan RPTRA dan RTH Kalijodo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.