Wali Kota yang Dicopot Daftar Caleg DKI, Ini Kata Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Wali Kota Jakarta Barat Anas Efendi mengitari halaman Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di rumah susun Pesakih, Jalan Daan Mogot, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, 5 Maret 2016. TEMPO/Rezki Alvionitasari

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Wali Kota Jakarta Barat Anas Efendi mengitari halaman Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di rumah susun Pesakih, Jalan Daan Mogot, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, 5 Maret 2016. TEMPO/Rezki Alvionitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan ucapan selamat kepada Wali Kota Jakarta Barat yang dicopot awal bulan ini, Anas Effendi. Ucapan itu karena Anas akan bertarung dalam pemilihan legislatif DKI Jakarta 2019.

    "Selamat, semoga sukses," kata Anies Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa, 24 Juli 2018. "Menyambut baik karena beliau berpengalaman bekerja di Jakarta, pasti tahu masalah Jakarta," ujarnya mengenai eks Wali Kota Jakarta Barat tersebut.

    Baca: Komisi ASN Hari Ini Bahas Pelanggaran di Perombakan Pejabat DKI

    Anas akan maju sebagai calon anggota Dewan melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Anas akan bertarung di daerah pemilihan atau dapil 10, yakni Kota Administrasi Jakarta Barat.

    Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas mengatakan nama Anas telah didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI. Hasbiallah menyatakan setidaknya ada tiga alasan PKB mendukung Anas, yakni merupakan putra daerah, berpengalaman di birokrasi, dan berasal dari keluarga Nahdlatul Ulama.

    Terkait dengan surat pensiun, Anies Baswedan mengaku belum menerimanya dari Anas. "Sampai kemaren beliau belum mengajukan pensiun," ucapnya.

    Anas dan semua wali kota DKI Jakarta lain beserta Bupati Kepulauan Seribu dicopot oleh Anies Baswedan pada awal Juli 2018. Anas dicopot karena sudah masuk masa pensiun, berumur 58 tahun. Namun Anas sempat mempertanyakan alasan pencopotan itu.

    Simak juga: Polemik Pencopotan Pejabat, Kenapa Anies Baswedan Bilang Seru?

    Anas merujuk Undang-Undang Aparatur Sipil Negara tentang masa pensiun pejabat eselon 1 dan 2. Menurut aturan itu, Anas menghitung, seharusnya ia pensiun per Mei 2019 nanti saat berusia 60 tahun.

    Perombakan pejabat eselon 2 oleh Anies dipersoalkan Komisi Aparatur Sipil Negara atau (KASN). KASN masih menyelidiki dugaan pelanggaran dalam perombakan itu, termasuk pencopotan semua wali kota.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.