Tiga Kali Menang, Ini Tuntutan Korban Penggusuran Bukit Duri

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah masyarakat beraktifitas di daerah Bukit Duri, Jakarta, 27 Oktober 2017. Pemprov DKI Jakarta wajib membayar ganti rugi materiil masing-masing sebesar Rp200 juta kepada 93 warga RW 10, 11, dan 12 Kecamatan Tebet, Bukit Duri. Tempo/ Fakhri Hermansyah

    Sejumlah masyarakat beraktifitas di daerah Bukit Duri, Jakarta, 27 Oktober 2017. Pemprov DKI Jakarta wajib membayar ganti rugi materiil masing-masing sebesar Rp200 juta kepada 93 warga RW 10, 11, dan 12 Kecamatan Tebet, Bukit Duri. Tempo/ Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Bukit Duri korban penggusuran sudah tiga kali menang di persidangan. Kemenangan terakhir adalah sidang banding yang diajukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).

    Baca: Korban Penggusuran Bukit Duri Tagih Anies Baswedan Bikin Shelter

    Dalam sidang banding ini, putusan Pengadilan Tinggi Jakarta menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebelumnya.

    Lewat kuasa hukumnya, Vera Wenny, warga korban penggusuran berharap proses hukum kali ini adalah yang terakhir kali.

    “Kami menghendaki agar proses hukum ini final,” kata Vera Wenny dalam konferensi pers di Sekretariat Ciliwung Merdeka, Jalan Matraman, Jakarta Timur, Selasa 24 Juli 2018.

    Baca: Alasan Hakim Menangkan Gugatan Penggusuran Warga Bukit Duri

    Menurut Vera, posisi warga Bukit Duri dalam hukum sudah jelas, yaitu sebagai warga terdampak tanah yang digunakan untuk kepentingan umum. Mereka harus disejahterakan bukan dimiskinkan.

    Maisenah, warga Bukit Duri yang dituakan oleh masyarakat sekitar memohon agar tak ada lagi kasasi terhadap putusan Pengadilan Tinggi ini. 

    “Rumah saya yang sudah digusur harus diganti secepatnya, jangan ada kasasi,” ujarnya.

    Vera mengatakan warga Bukit Duri mengapresiasi sikap pemerintah provinsi yang mentaati putusan pengadilan, namun menyayangkan tindakan Pemerintah Pusat yang punya sikap berbeda atas putusan pengadilan ini.
    |
    Menurut Vera, upaya hukum lebih lanjut akan menyengsarakan warga miskin kota. Ia sangat berharap tidak ada upaya kasasi dari pihak pemerintah.

    Dia berharap tidak ada lagi stigma bagi warga miskin kota terutama penghuni Bukit Duri yang menjadi korban penggusuran sebagai warga ilegal. “Sudah dibuktikan dalam persidangan secara fair, bukti-bukti yang ada semuanya diterima,” kata Vera.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.