Cara Anies Tutup Kali Item Pakai Jaring, Pengamat: Tidak Cerdas

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kali Sentiong Sunter atau Kali Item yang berada di belakang Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, ditutup jaring hitam pada Jumat, 20 Juli 2018. TEMPO/Adam Prireza

    Kali Sentiong Sunter atau Kali Item yang berada di belakang Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, ditutup jaring hitam pada Jumat, 20 Juli 2018. TEMPO/Adam Prireza

    TEMPO.CO, JakartaLangkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatasi pencemaran limbah dan memperbaiki kualitas air Kali Sentiong alias Kali Item dinilai belum optimal. Pengamat lingkungan dari Universitas Trisakti Nirwono Yoga mengatakan langkah DKI menutup kali itu dengan jaring hitam hanyalah upaya instan yang hasilnya tak akan maksimal.

    Baca:
    Anies Gunakan Teknologi Miliaran Rupiah di Kali Item, Berhasil?

    "Tidak cerdas juga kalau pakai cara instan dengan menutup kali dengan jaring," ujar Nirwono seperti dikutip dari Koran Tempo, Senin 23 Juli 2018.

    Pemerintah Jakarta menutup Kali Item dengan jaring hitam sepanjang 700 meter di sekitar Wisma Atlet Kemayoran. Di wisma itu para atlet dari 45 negara peserta Asian Games 2018 akan bernaung 18 Agustus – 2 September. Jaring diharap bisa menghadang embusan angin yang membawa aroma tak sedap dari badan air kali tersebut.

    Baca:
    Kali Item Disorot Media Asing, Sandiaga: Kita Harus Bersatu

    Menurut Nirwono, agar bau dari Kali Item hilang, yang perlu dilakukan adalah tegas dalam menindak pabrik yang membuang limbah ke Kali. Sumber dari tercemarnya Kali Item itu, kata dia, adalah banyaknya limbah yang dibuang sembarangan ke Kali Item oleh masyarakat ataupun pabrik sekitar.

    Di sekitar Kemayoran, kata Nirwono, terdapat industri rumahan yang tak memiliki pengolahan limbah dan membuang limbahnya langsung ke Kali. Industri rumahan itu di antaranya pabrik tahu dan pencucian jeans. "Industri kecil mulai dari pabrik tahu itu bisa dipastikan tidak punya IPAL (instalasi pengolahan air limbah)," ujar dia.

    Baca:
    Kali Item Disorot Media Asing, Anies Salahkan Media Nasional

    Nirwono meminta agar Anies Baswedan melakukan sidak ke pabrik-pabrik yang tak memiliki IPAL tersebut. "Seharusnya gubernur sidak dan juga berani menyegel pabrik yang melanggar," kata dia. Selain itu, kata dia, masyarakat yang membuang sampah ke kali juga dikenai sanksi sehingga semua masyarakat ikut menjaga kebersihan kali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.