Pelican Crossing Dikritik Netizen, Ini Jawaban Sandiaga

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejalan kaki melintas di jembatan penyeberangan orang (JPO) Bundaran HI, Jakarta, Selasa, 24 Juli 2018. JPO ini akan diganti dengan <i>pelican crossing</i> atau lampu lalu lintas untuk penyeberangan. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Pejalan kaki melintas di jembatan penyeberangan orang (JPO) Bundaran HI, Jakarta, Selasa, 24 Juli 2018. JPO ini akan diganti dengan pelican crossing atau lampu lalu lintas untuk penyeberangan. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno membalas tudingan netizen yang mengkritik perobohan JPO Bundaran HI diganti Pelican Crossing. Warga Jakarta menganggap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lebih mementingkan patung dibanding keselamatan warga dalam menyeberang.

    Baca: Dua Pelican Crossing Dibangun di Bundaran HI, Anggarannya?

    Kritik itu datang setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana merobohkan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Bundaran HI dan Thamrin serta menggantinya dengan pelican crossing atau tombol penyeberangan. 

    "Kami mau memanusiakan disabilitas. Kalau naik JPO gimana? Kita kan enggak setara," ujar Sandiaga di Hotel DoubleTree, Jakarta Pusat, Selasa, 24 Juli 2018. 

    Sebelumnya, Anies mengatakan jembatan depan Hotel Pullman tersebut mengganggu pemandangan Patung Selamat Datang dari arah Thamrin ke Sudirman. Padahal, patung itu adalah ikon Jakarta saat Asian Games 1962 lalu. 

    Alasan lainnya, Anies mengatakan masyarakat tidak membutuhkan JPO itu. Sebab, mereka akan menyeberang menggunakan underpass yang terhubung dengan MRT. Namun, underpass itu baru akan rampung pada 2019 mendatang. 

    Baca: Anies Pasang Pelican Crossing Gantikan JPO Bundaran HI, Apa Itu?

    Untuk memfasilitasi warga Jakarta yang ingin menyeberang, Anies mengatakan pihaknya akan menyediakan pelican crossing, yakni zebra cross yang memiliki lampu penyeberangan.

    Namun, rencana itu dipertanyakan  karena berpotensi membuat jalan bertambah macet dan lebih berisiko tertabrak kendaraan dibanding JPO. 

    Sandiaga Uno mengatakan pembuatan pelican crossing murni untuk memprioritaskan pejalan kaki yang menyeberang. Bahkan, Sandiaga yakin Koalisi Pejalan Kaki akan setuju dengan rencananya tersebut. "Kalau mengikuti setiap netizen, saya sih enggak akan pernah bisa, harus ambil keberpihakan, yaitu Asian Games," ujar dia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.